Cerita ini merupakan lanjutan dari I MISS U (PART: SOUND)
---MONOLOGUE---
Atoms are so tiny that I inhale billions of trillions with each breath, nearly a trillion times more atoms than the total population of people since time zero. In each breath, I inhale billions of atoms exhaled by every person whose breaths are now evenly mixed in the air. So there are atoms in my body from every person who ever lived. Not yet from newborn babies far away --- but I've been breathing, sweating, and vaporizing like everyone, so those babies are made of atoms that have been part of me. In this sense, at least, we're all one. Me and you are in one breathing, aren't we?
---END OF MONOLOGUE---
CALLING
Kaleb
"Hallo ganteng" tegur saya manja
"Iyaナ." Jawabnya datar
"Kamu sudah pulang kerja kan? Saya gak ganggu kamu kan?" Tanya saya antusias
"Sudah" Jawabnya malas
"Besok jadi pulang ke Bandung kan?" Tanya saya. Sangat berharap dijawab dengan penuh kepastian.
"Insya Alloh" Jawabnya seperti tidak ada kepastian
Kami terdiam. Tak ada satu kata pun keluar dari mulut kami. Ada apa dengan saya? Ada apa dengan dia?
"Saya capek.ナ Bicara panjang lebarnya kita lanjutkan besok ya pas ketemu" Serunya seakan memecah kesunyian sesaat yang kami ciptakan dengan pisau tajam yang seolah mengiris pengaharapan akan adanya kata-kata yang bisa mendamaikan hati.
"Kapan kamu mau menemui saya?" Tanya saya sedikit menahan keantusiasan.
"Besok" jawabnya singkat
"Maksud saya jam berapa?" Sebenarnya saya malas menanyakan pertanyaan bodoh ini.
"Ya pokoknya besok. Hehe" Jawabnya singkat diikuti tertawa datarnya
"Ok, selamat malam" saya langsung menutup teleponnya. Entah kenapa, saat ini saya merasakan ada sesuatu yang mengganjal di lubuk hati saya. Sesak dan membuat saya tersedu. Ada apa dengan saya? Ada apa dengan dia?
Saya matikan lampu. Saya ingin semuanya gelap hingga saya lenyap. Saya sedikitpun tidak bersedih atas apa yang baru saja saya alami. Saya hanya ingin mengeluarkan air mata saat ini. Entah kenapa.
***
Hari ini saya bangun dengan kelopak mata yang menebal. Saya benci keadaan ini. Raut yang menyiratkan bahwa saya sangat bersedih.Entah bersedih untuk apa. Intinya saya harus segera menghapus cerminan ini. Karena seharusnya hari ini saya bahagia. Saya akan coba.
#SHORT MESSAGE SERVICE#
To: Kaleb
Hai ganteng, jadinya berangkat dari Jakarta jam berapa?
Lama saya tunggu balasan sms dari dia. Satu jam sudah saya habiskan waktu untuk menunggu balasan darinya dan saya tidak mendapatkannya.
CALLING
Kaleb
"Nomor yang Anda hubungi sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan. Silahkan coba beberapa saat lagi. The number you are calling isn't active or out of coverage area, please try again on a few minutes"
END CALLING
Ya. Hp nya memang tidak aktif. Saya tidak boleh berburuk sangka apapun padanya. Dia pasti menepati janjinya. Meskipun saya tidak tahu kapan dan dimana saya akan bertemu dengan dia. Tapi kami pasti akan bertemu. Saya yakin.
#FLASHBACK#
Akhirnya saya bisa lihat sosok lelaki yang dari setengah jam tadi saya tunggu di sini. Di tempat saya sedang berdiri. Motornya melaju mendekati posisi berdiri saya dan berhenti tepat dimana saya sedang berdiri.
"Hallo sayang" Sapanya riang sambil membuka helm nya dan menunjukkan senyum lebarnya
"Kamu tega ya bikin saya menunggu setengah jam lebih di sini" Timpal saya ketus
"Loh kenapa menunggu?. Saya sudah bilang, kalau saya sudah sampai saya sms kamu. kamu gak usah nunggu" Jelasnya dengan nada yang sedikit meninggi, tapi masih dengan intonasi yang halus.
"Tadi kamu bilang kalau kita ketemu jam tiga-an kan?" Tanya saya heran
"Jam tigaan kan? Lihat, sekarang baru jam 3.50. Saya belum telat kan?"Jawabnya sembari memberikan helm kepada saya.
"Kita selalu beda persepsi ya?" Tanya saya sambil mengenakan helm yang diberikannya
"Itu yang membuat kita satu. Kita satu karena berbeda" Jelasnya singkat sambil menghidupkan motor.
Saya pun memeluknya erat. Saya benar-benar tidak mau berpisah dengannya. Besok dia akan pergi jauh. Memulai tahap kehidupan barunya. Besok dia mulai bekerja. Jauh di tempat berbeda dari tempat dimana saya sedang berdiri saat ini. Sendiri.
#END OF FLASHBACK#
Saya terus memandangi jam yang menempel di dinding dekat jendela. Saat ini jarumnya sudah menunjukkan angka 12. Tidak ada tanda-tanda sedikit pun dari dia bahwa dia sudah sampai di Bandung atau bahkan mungkin baru berangkat. Tidak ada kabar sama sekali. HP nya tidak aktif. Saya khawatir dan saya tidak suka berada dalam keadaan seperti ini. Keadaan yang penuh dengan ketidakpastian.
#POEM#
Sayangナ
Bila kamu sedang bersedih
Beri tahu saya,
Saya mungkin tak selalu bisa memberimu solusi terbaik untuk setiap masalahmu, tapi saya jamin, saya akan selalu berada di sampingmu, menemanimu dalam melewati setiap masalah yang kamu hadapi
Sayangナ
Andaikata kamu sedang gelisah
Beri tahu saya
Saya mungkin tak selalu membuatmu lebih tenang, tapi saya pastikan, saya tak akan membuatmu lebih gundah. Jika kamu menginginkan kesendirian, saya akan mundur jika itu membuatmu merasa lebih baik. Tapi jika kamu butuh pelukan, jangan ragu. Katakanlah, saya akan selalu siap untuk itu.
Sayangナ
Jika saya sudah membuatmu jenuh
Tolong jangan biarkan saya larut dalam kejenuhanmu
Tolong beri saya petunjuk tentang apa yang harus saya lakukan untuk mencairkan kembali keadaan
Beri saya kesempatan untuk menguranigi konsentrasi ketergantungan ini
Jangan membuat saya terus bertanya seperti sekarang
***
Pandangi senja di penghujung hari membuat saya tertegun. Saya sedih karena hari ini begitu cepat berlalu. Hari ini berlalu tanpa sempat saya isi apapun. Saya tak melakukan apa pun hari ini. Saya hanya menunggunya. Menunggu dia datang dan mengetuk pintu depan. Menunggu dia memeluk erat dan mengatakan bahwa dia sangat merindukan pelukan saya.
Sekarang saya duduk di bangku pinggir danau yang berada tidak jauh dari tempat saya tinggal. Tempat kami dulu biasa bercengkrama menjelang senja, karena di sini kami bisa menikmati indahnya langit senja yang temaram dan bermega. Memastikan bahwa hari ini kami lewati dengan cinta. Menutup hari dengan bahagia.
#MONOLOGUE#
Kami memang terpisah jauh. Tapi saya selalu yakin bahwa kita masih berada dalam dimensi yang sama. Kami masih berada di koordinat dimensi ruang yang serupa. Saya di sini dan dia berada di titik lain. Tapi apakah kamu sadar? Semua orang di dunia ini bernafas dengan udara yang senantiasa bergerak bebas. Dia pergi hilir mudik dari utara ke selatan. Dari hulu ke hilir. Dan dari satu paru-paru ke paru-paru lainnya. Kita mungkin saja menghirup oksigen yang dari seabad yang lalu sudah berhasil menjelajah dunia, mengisi triliunan alveolus dari jutaan orang yang berbeda. Sadarkah kamu? kita satu. Siapapun kita, kita dalam satu nafas. bernafas dengan aliran fluida yang sama. Kita satu. Aku dan kamu satu.
#END OF MONOLOGUE#
Dari tadi saya terus menulis pesan singkat kepadanya. Memang hal ini sangat bodoh, menulis SMS saat saya tahu HP nya sedang tidak aktif. Tujuannya sederhana. Mudah-mudahan ia bisa membaca apa yang saya rasakan saat ini. Saya tak peduli kapan ia akan membacanya. Saya hanya ingin dia tahu apa yang saya rasakan saat ini suatu saat nanti. Saya kecewa.
***
Saya kembali mematikan lampu kamar. Saya ingin semuanya menjadi gelap - tak ada sedikitpun berkas cahaya yang terpantul atau pun sedikit terbiaskan. Saya hanya ingin berinterferensi dengan mimpi. Tersenyum, berlari, bernyanyi, bercanda, dan bercengkrama dengannya. Saya tak ingin berada di dunia nyata yang membuat saya sendu akhir-akhir ini. Biarkan saya berilustrasi dengan pensil yang bisa saya kendalikan sendiri. Saya tak mau bergantung dan menitipkan takdir pada orng lain, meskipun orang itu sangat saya cintai. Terlelap. Dan hari ini pun berakhir. Dia benar-benar tidak datang.
#SHORT MESSAGE SERVICE#
From: Kaleb
Maaf, seharian HP saya tidak aktif dan tertinggal dkosan. Maaf untuk hari kemarin. Terima kasih atas 52 pesan nya. Saya sudah baca semuanya. Saya tahu kamu pasti kecewa.
---SONG---
It don't matter who you are
It's so simple, a feeling
But it's everything
No matter who you love
It is so simple, a feeling
But it's everything
I miss you, like everyday
Wanna be with you, but you're away
I said I miss you, missing you insane
But if I got with you, could it feel the same?
To be continued...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar