Tampilkan postingan dengan label Poesie. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Poesie. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Maret 2013

Persepsi Saturasi



Jalan yang sama
Tujuan yang sama
Perlakuan yang sama
Pola yang serupa

Tak ada cabang untukku memilih
Terlalu mudah
Tak sempat biarkan diri untuk menjadi bingung di sebuah persimpangan
Anugrah?
Mungkin.

Terjebak dalam sebuah titik saturasi
Membingungkan

Terjebak dalam sebuah keadaan saturasi
Tak ada lagi zat yang larut
Menggumpal

Terjebak dalam sebuah fasa saturasi
Terlalu putih
Bersih

Aku sempat bertanya pada matahari
"Apa yang hendak kau cari selama ini?"
Berputar mengitari galaksi yang juga berputar mengikuti laju semesta
Setiap saat
Tak ada jeda untuk istirahat
Atau mencoba orbit yang berlawanan
Apa?
Apa?
Apa?
Dia selalu menjawab sama
"Saturasi"
Baginya kesetimbangan
Tapi bagiku
Kejenuhan.

Persepsi saturasi mengingatkanku pada apa yang aku alami sekarang.
Hidupku.
Sekarang.
Saat waktu melambat
Bergerak mundur
Pilu
Read more >>

Sabtu, 12 Januari 2013

Dua Kalimat di Pagi Buta

Kesalahan

adalah

takdir

yang

kita

buat

sendiri



Tapi saya masih sangat yakin, semua pasti memiliki makna

Read more >>

Januari



Januari...
Aku tak akan meninggalkanmu sepi
Aku patut memelukmu pasti
Membenarkan letak mimpi
Yang sedikit tak terjangkau mati
Memantulkan cahaya pada cermin ini
Seakan berdua meski sendiri

Januari...
Kau adalah sepi yang tak akan aku tinggalkan
Dengan pasti aku akan memelukmu.... Erat
Dalam mimpi yang akan kubenarkan letaknya
Dan kematian yang mudah kujangkau
Dalam cermin dimana bayanganku terpantul
Seakan sendiri meski berdua

Januari...
Izinkan aku untuk memutarbalikkan adanya
Hanya karena aku muak menjadi biasa.
Read more >>

Sabtu, 08 Desember 2012

Lagu Hujan


Hujan adalah sebuah surat cinta untuk mereka yang sedang merindu
Kalian bisa terdiam sejenak mengenang masa lalu
Terhipnotis dinginya udara dan sendunya rintik bisu
Bahkan mungkin lebih dari itu
RINDU

Hujan adalah sebuah isyarat keabadian
Air menguap dari samudera menuju langit
Saat dimana hujan segera turun mengembalikan semuanya
Tanpa kecuali
DOSA

Hujan memang mendung
Tapi hujan juga berarti pelangi
Hujan memang basah
Tapi hujan juga bermakna lepas
Hujan memang dingin
Tapi hujan punya arti sendiri
Bagiku hujan adalah kenangan indah
Tentang ia yang berlari dalam genangan dalam
Waktu itu, dalam kenangan

Di dalam rinai hujan, ada sebuah lagu yang hanya bisa didengar oleh mereka yang rindu
Maka dengarkanlah
Sebelum semuanya usai
Saat reda
Read more >>

Bagi Saya Hidup Itu.........


Bagi saya hidup ini manis
Dalam pekat dan rumitnya kehidupan
Setegun gula dalam secangkir kopi

Seseorang pernah berkata
Bahwa hidup tak lebih dari persimpangan sesaat
Sedang saya tak pernah mau mengerti
Meski tahu
Bahwa hidup yang manis itu hanya sebentar saja

Bagi saya hidup itu indah
Dalam kelam dan gelapnya kehidupan
Setegar bintang di tengah materi hitam galaksi

Seseorang pernah berkata
Bahwa cintanya tak akan padam
Sedang saya tak pernah bisa paham
Akankah ia tetap mencinta saat saya tiada?
Bahkan saat saya akan tiada?

Cahaya adalah gambaran dari ketidakjelasan
Materi atau gelombang
Kecepatan kilat yang tak pernah bisa teraba
Menghilang bersama takdir saya
Yang tak jelas dan mungkin akan cepat berlalu

Read more >>

Jumat, 07 Desember 2012

UJUNG MUSIM


Ini tulisan di penghujung tahun
Tentang saya yang masih seperti dulu
Meski tak sama mutlak
Saya lebih dekat kepada kematian
Ya.... Apa salah saya, Tuhan?

Bukan saatnya untuk bertanya lagi
Hujan telah menjawabnya
Saya hanya tinggal memaknainya
Ujung tahun berarti akhir sebuah musim
Tapi bukan akhir dari mimpi
Meski sukar untuk terwujud

Jika saya pergi kemudian,
Kenanglah saya dalam semua bentuk kehadirannya
Read more >>

Rabu, 21 November 2012

Hujan Mimpi


Hujan datang lagi
Merintangi langkah dengan genangan yang mengalir
Menengadahlah engkau wahai musafir!
Rengkuhlah kesegaran dari kefanaan
Rasakanlah ia  sebagai nikmat kemudian
Dan bermimpilah bahwa esok hujan akan kembali datang
Jika ia membuatmu senang
Tenang

Tak ada yang salah dengan mimpi
Tak ada batasan untuk bermimpi
Ruangnya begitu luas
Tak terbatas
Melampaui apa yang kau pikirkan

Pernahkah kau bermimpi untuk makan pagi ini?
Bagi saya itu bukan mimpi
Itu hanyalah harapan kecil seorang pecundang
Bagi saya mimpi adalah sesuatu yang sukar saya capai
Memang tak normal
Tapi bisa disembuhkan dengan usaha untuk mencapainya

Bermimpilah
Sampai kau paham bahwa semesta amatlah kecil

"Rezeki itu Ghaib"
"Ya... Bismillah"
Read more >>

Rabu, 14 November 2012

Bandung Basah


Semalam, Bandung basah
Dan pagi ini menjadi dingin

"Kebekuan antara kita adalah lumrah
Ia datang karena tak pernah ada kata yang tepat untuk diutarakan
Semuanya pasti berkonotasi tidak baik
Semuanya persepsimu
Dan kamu berpesta untuk itu
Elaborasi
Dan merinci setiap kemungkinan
Padahal semuanya terlalu jauh
Saya disini
dan kau berdiri jauh di ujung jalan"

Semalam, Bandung basah
Dan pagi ini menjadi dingin
Read more >>

Senin, 12 November 2012

Instrumental Patah Hati


Di sebuah hari
Di suatu siang
Di satu ruang yang masih sama
Saya duduk mengenangmu
Dalam kursi yang kokoh, sedikit rapuh
Hati....

Mendengarkan sayup-sayup instrumen mendayu
Sebuah lagu perpisahan yang sengaja ia buat di tanggal itu
katanya...

Benar
Melodinya begitu patah
Nadanya begitu risau
Ia memang patah hati
Ia memang mengenangmu dalam
Dengarkanlah kawan
Pasti kau lebih paham

Usahlah menggalau
Hujan akan segera menghapusnya
Hilang
Sore ini
Karena di luar sudah mendung
Sama seperti lagu ini

inspired by: Seems Like Yesterday
Read more >>

Sabtu, 10 November 2012

Terketuk


Ya... dan saya terketuk
"Beri saya waktu"
"Waktumu telah lama habis oleh penantian"
Ya... dan saya terketuk
Tak
Tik
Tak
Tik
Tuk
Ya... dan saya terketuk
Read more >>

Sabtu, 27 Oktober 2012

Malaikat Kecil


Senyummu menggenapi siang dan malam
Memudarkan rasa sepi dan tertekan
Jadilah selalu malaikat kecil diantara riang tingkahmu
Semoga Tuhan memberimu bimbingan penuh kasih
Read more >>

Senin, 22 Oktober 2012

KEKEKALAN ENERGI



Energi itu kekal
Ia tidak bisa diciptakan
Tak bisa pula dimusnahkan
Oleh para makhluk, kecuali Tuhan nya
Tuhan yang Maha Kekal dari semua yang kekal

Energi itu kekal
Ia hanya bisa berubah bentuk
Tapi jumlahnya tetap
Kekal
Tak pernah hilang
Namun berganti
Tak pernah berkurang
Hanya beralih pilihan
Bersenyawa bersama hati yang lain
Membentuk klaster seumpama awan
Bergemuruh lalu padam
Tapi tetap ada, tak hilang
Ia pergi dalam kebisuan
Berarti hilang?
Tidak!!!
Ia kekal!!!
Read more >>

Jumat, 05 Oktober 2012

Hujan, Sebuah Pepatah Kepergian



SMS
A: Pergilah. Ungkapkan apa yang ingin kau utarakan
B: Terima kasih. Maaf sudah melibatkanmu
A: Aku adalah bagian dari apa yang terjadi pada kisahmu saat ini. Sewajarnya aku seperti ini.
B: OK

***

I’m not the deity who has no sin
I’m not a paper which has no stain
I’m just a woman
Colors and desire
Make me perfect
And also terrify

Derasnya hujan membuat dunia seolah bisu. Indahnya lirik yang kawin dengan musik mendayu tak mampu lagi cairkan hati. Tak terkecuali dua insan yang sedang duduk beraduhadapan. Entah apa yang membuat mereka masih bertahan. Mungkin HUJAN. Mungkin.

“Saya minta maaf. Semuanya di luar kendali” Ujar lemah seorang wanita yang sedang duduk lemas sembari menundukan wajahnya.

“Kamu bahkan tak berani menatap saya. Terima kasih atas rasa bersalah yang selalu sengaja kamu pamerkan agar dunia tahu kalau kamu sangat menyesali semuanya. Agar persepsi orang menjadi berubah. Mereka akan menganggap saya pria paling jahat di dunia yang membiarkanmu mengemis. Itu yang kamu mau?” seorang pria yang duduk tepat di hadapan sang wanita dengan lantang berbicara. Ia tampak terbakar amarah. Amarah yang memang seharusnya ia tunjukan. Saat ini.

“………” Sang wanita terlihat tak berkutik. Ia jelas-jelas berada di posisi yang sama sekali tidak nyaman.

“Baik. Jika tidak ada hal lain yang penting untuk dibicarakan, saya pamit pergi” Sang pria bergegas mengenakan jaket dan mengangkat tas punggungnya.

“Tunggu. Di luar masih hujan” Sang wanita bangkit dari kebekuan. Ia nampak masih butuh waktu untuk mengungkapkan hal yang ingin ia ungkapkan.

“Tidak ada alasan untuk saya tetap bertahan dengan kamu. Kamu tidak pernah benar-benar mencintai saya, lalu apa lagi? Hujan tak akan pernah menyakitkan untuk saya lalui. Di sini saya malah akan makin terluka dengan apa yang kamu tunjukan. Berpestalah denga masalah yang sengaja kamu buat sendiri. Nikmatilah!” Sang pria tak lagi memperdulikan permintaan sang wanita. Ia bergegas pergi tanpa menoleh sedikit pun kepada sang wanita. Sang wanita yang saat itu kembali tertunduk. Ia menangis sesegukan dalam kerapuah dan kehancuran. Ia menyadari semuanya. Menyadari bahwa ia memang telah menyia-nyiakan kemurnian cinta sang pria. Ia telah dengan rela membiarkan sang pria pergi. Pergi dalam derasnya hujan. Hujan yang selalu ia rindukan.

Izinkan aku mengeluarkan segala macam dan bentuk kata
Rindu, kangen, terkenang, atau apalah yang lebih tepat menggambarkannya
Aku hanya ingin mendekap hujan
Yang penuh dengan pepatah kepergian
Saat aku tak melihatmu
Hujan tlah menghitamkan langit
Mengunci sinarmu rapat
Mengalirkan perasaan yang masih sempat kugenggam
Tentangmu
Tentang kepergianmu

Dunia tak sehebat yang mereka duga
Cinta hanya terucap dari analogi sang pujangga
Tak akan pernah ada yang terakhir di hatimu
Kecuali ia yang saat ini sedang kau cintai
Yang mungkin akan berganti ia yang lain saat kau berganti hati

Pergilah engkau serpihan rindu
Berlarilah engkau bersama aliran hujan yang membuatmu jauh dariku
Biarkan aku terpaku di sini
Membiarkanmu pergi
Dalam tangis yang tak tampak
Bersama hujan
Belajar untuk mengenangmu
Jauh.

In the middle of the rain
I just keep crying when I know u’re leaving
Oh baby…
I know u don’t want to
But I’ve made it comes true

Di tengah derasnya hujan, terdengar sayup-sayup musik yang sedang diputar oleh sang pemilik kafe. Seorang wanita duduk memandang jendela yang penuh dengan bulir air, mengaburkan pandangan. Pemandangan yang takkan pernah ia lupakan. Saat sang pangeran impiannya pergi dalam lebatnya hujan.

“Engkau akan selalu menjadi pangeran terakhir saya. Hujanlah saksinya”

***

SMS
B: Kamu sedang dimana?
A: Aku sedang di rumah. Hujannya deras, acaranya batal”
B: I Love You
A: HAH????

Read more >>

Rabu, 19 September 2012

NISCAYA



Berdiri sendiri di antara hilir mudik ribuan capung yang gelisah
Saat hari meredam berkas
Dan dingin membalut panas

“Apa yang ada di otakmu saat ini anak muda?”

“Mimpi”

“Hanya itu”

“Ya, karena saya seorang pemimpi”

“Pemimpi yang tak pernah bangun dari mimpinya?”

“Bukan”

“Lalu pemimpi macam apakah kau ini?”

“Saya adalah pemimpi yang sabar dan membiarkan semuanya berjalan dengan tenang”

“Pasrah?”

“Tentu tidak, saya hanya ingin menikmati setiap bilah halaman hidup”

“Sampai kapan?”

“Sampai saya bisa mewujudkannya”

“Tepatnya kapan?”

“Tak pernah ada yang tahu itu kecuali Ia Yang Maha Tahu”

“Tak pernahkah kau tengok mereka yang sudah meninggalkanmu jauh”

“Saya adalah saya. Saya bukan mereka”

“Cukup?”

“IYA”

Tak terpandang luasnya segara
Tak teraba dahsyatnya Mahacipta
Bertanya pada takdir dan tak pernah ada jawaban
Menunggu dan tetap berusaha mewujudkannya
Niscaya

Read more >>

Jumat, 14 September 2012

Hujan Sore Itu



Tahukah?
Saat itu hujan menahanmu untuk tetap tinggal
Hingga semuanya reda
Dan kau bisa berpikir jernih

Hujan biarkan hati kembali bertaut
Tapi kau pergi saat itu
Saat dimana hujan masih memenjarakan kekosongan

Kau pergi saat aku tak siap
Hujan tak mampu menahanmu, Cinta

Aku hanya menatapmu lekat di balik jendela
Saat kau berlari membelah genangan samudera
Membuat luka
Di sini
Tepat di hati
Read more >>

Selasa, 04 September 2012

RUANG KREM


Aku berhujat pada angin
Tentang kesendirian dan alfanya berkas
Membuyarkan perasaan tentang laut yang tenang
Bahwa ia hanyalah kumpulan air yang dangkal

Tak ada api yang menasihati bahwa panas bukanlah ia yang sebenarnya
Anginlah yang memberi ia nafas
Dan aku hanya mematung dalam cawan berwarna krem
Seadanya, dalam balutan rasa yang kosong
Diam dan tak bisa menjelaskan

Mungkin kau tak akan pernah mengerti apa yang sedang aku isyaratkan
Layaknya burung terbang untuk badai
Layaknya serigala menyalak untuk gempa
Tak ada laut yang akan menyapa selamat pagi padanya
Karena perasaan ia telah surut
Ia hanyalah butiran pasir di pantai tandus
Sendiri adalah takdirnya
Selalu

Surau terisi aku yang parau
Memandang arah depan dengan mata yang kosong
Tak ada syahdu merdu dan semilir kedamaian
Yang ada hanya pilu bercampur garam kegelisahan
Menantimu adalah hal yang tak mungkin aku temui
Aku jauh, maka Kau pun jauh

Belikat menarikku untuk tetap tegak
Memendam asa dalam bulir putus asa
Keberanian untuk membutakan zaman
Membuatku teriris dengan luka mendalam
Terbasuh garam dan teriris lagi
Menyakitkan, bukan?
Dan aku hanya diam
Karena aku hanya mampu diam

Di ruang krem 
Aku menunggumu
Read more >>

Sabtu, 01 September 2012

SEEKOR ANJING TUA



Mata coklat yang tajam
Serta rambut hitam yang sudah beruban
Berperan layaknya antagonis dalam sebuah layar
Menikam

Terpaku dalam kepungan bangunan yang rapuh
Memandang dua ekor kucing yang ingin memadu cinta
Sang jantan hilang, betina yang pasrah
Sang jantan datang, betina yang gundah
Asmara...
Tak selamanya indah

Bunyi gaduh dari pukulan palu yang entah dimana
Melengkapi sunyi di antara hati
Ruang lengkap dengan rasa
Diam

Seekor anjing tua yang kesepian berjalan kesana-kemari
Mencari perhatian dari mahkluk lain yang tak mungkin jatuh hati
Yang ada hanyalah ia yang patah hati
Tak ada anak, suami, atau teman yang menemani
Hanya berharap sisa kasih dari orang yang sudi
Dia

Jiwa-jiwa mematung tanpa kata
Sibuk dengan tombol demi tombol merangkai kata
Kalimat yang ingin mereka ungkapkan
Tapi tak bertaut dalam suara
Hanya meronta meminta untuk terucap
Rasa

Seekor anjing tua yang kesepian berjalan kesana-kemari
Mencari perhatian dari mahkluk lain yang tak mungkin jatuh hati
"Bagaimana cara ia menggaruk punggung gatalnya?"
"Lihatlah!"
Ia berguling di atas lantai kasar berdebu
Menikmatinya
Bagai di surga

"Bagaimana dengan hari ini?"
"Biasa saja"
"Oh biasa"

Telusuri hiruk pikuk yang tak ternikmati
Berteduh dari sengatan surya di atap biru
Dan berjalan di arah yang salah
Meski diam
Kau tampak teduh
Sempurna

Seekor anjing tua yang kesepian berjalan kesana-kemari
Mencari perhatian dari mahkluk lain yang tak mungkin jatuh hati
Di awal hari
Di awal perasaan
Mengalir
Karena kau suka, aku pun suka

Read more >>

Jumat, 31 Agustus 2012

LUKA



Kau adalah kenangan yang terkenang
Kau adalah rindu dalam kepergian
Mengingatmu adalah nafas untukku
Mengenang senyummu adalah darah bagiku
Meski semua bukan untukku lagi
Selamanya...
Read more >>

Dan Hujan pun Kembali


Sore ini aku sangat senang
Hujan tiba-tiba hadir di penghujung bulan
Membasuh kerontang dan retakan-retakan hati
Mengalirkan pesanku untuk cinta yang bisu

Aku selalu senang akan hujan
"Apakah posisi saya di hati kamu?"
"Berikan saya satu kesempatan lagi untuk membasuhmu dengan cinta"
Lampiran hidup kembali bergema
Lewat kilasan wajah dan senyum lebar itu
Terkembang di balik mata bulat dan peluk hangat

Hujan...
Berikan sepatah kata untukku mengartikannya
Perasaan ini bukan cemburu buta
Tapi sepotong cinta yang akan ku simpan
Tepat di kotak yang masih kau genggam
Rintik

"Kau adalah pasangan terakhir untukku, Zeus"
"Tapi kau tak pernah bisa ku percaya"
"Hati ini tak bisa terselamatkan, hanyut dalam benci yang tak bisa terbendung"
Deras

Hujan...
Biarkan sepi bergeming dan pergi merintih kesakitan
Balutlah aku dalam keriangan gemericik
Meski aku akan tetap sendiri
Menari di tengah kilatan petir
Ironi
Read more >>

Minggu, 26 Agustus 2012

PAGI INI


Pagi dan buta
teriknya hilang dalam senja

Berlari saat aku takut

Biasa dan tak bernyawa
Berdarah meleleh dan terkubur
Terlihat hanya jika engkau punya hati yang lengkap

Dingin dan risau

Menyatu dalam genggaman monster malam

Selalu.
Kau membuat segalanya terlihat indah
Hingga ia masuk dalam lorong hitam
Bertikus dan banyak kotoran kelelawar
Terbungkus daun jati yang harum terbakar

Malas dan kesepian

Mimpi yang hilang saat pagi berderit

Berita di TV membuatnya kalut

Politik rayap meruntuhkan bumi saat kayu dibuatnya retak dari dalam
Hukuman hanya setetes minyak tanah yang membekap mereka sementara
Lalu mereka beranak pinak dan kaya raya saat anak-anak menangis minta segelas susu coklat
Dunia tertipu
Tapi Tuhan tetap terjaga
Niscaya

Buku dan monitor

Dilema yang tak kunjung berhenti

Saat bait ini selesai aku tulis

Aku akan hilang sejenak dalam rangkaian huruf dan angka pasti
Deretan teori dan cara yang kaku
Memicingkan mata mendalam
Mengusirmu dalam ingatan
Kamu yang dulu mengganggu rindu
Membuatku terbius akan rasa
Mencoba berhenti mengingat
Kau yang dulu bermimpi akan hidup denganku
Di alam mimpi
Read more >>