Sabtu, 21 Januari 2012

7 FAKTA YANG BELUM TERPECAHKAN FISIKAWAN

Fisikawan berhasil menemukan detail menakjubkan semesta, dari radius lubang hitam hingga partikel subatom yang semuanya kasat mata. Bagaimana dengan yang di depan mata? Sobat Fisika mungkin akan terkejut menemukan kurangnya penjelasan untuk banyak fenomena yang terjadi di keseharian Sobat Fisika semua. Beberapa hal paling misterius ini bahkan mungkin tampak biasa di mata Sobat Fisika. Lets check this out...

1. Kacang
Dalam mangkuk berisi kacang campur, kacang Brazil selalu tampak berada di paling atas. Ini dikenal sebagai 'efek kacang Brazil'. Fenomena ini memang tampak biasa namun menjadi salah satu misteri terbesar fisika yang belum terpecahkan. Di antara bermacam barang dan mengabaikan gravitasi, benda yang lebih besar selalu berada di atas.


Arus konveksi diduga berperan pada kondensasi partikel yang lebih kecil. Semua kemungkinan ini berkontribusi dalam efek kacang Brazil. Namun hingga kini, tak seorang pun dan tak satu pun simulasi komputer berhasil menjelaskannya. Bahkan, fisikawan, astronom dan geolog hingga kini tak bisa memahami fenomena ini.

2. Busa
Sedang mencuci, cukuran, atau minum soda atau bir? Saat melakukan kegiatan itu, kadang Anda bisa menemukan busa dan kita sering mendapatkannya. Menurut profesor fisika Douglas Durian di UCLA, 95% bagian busa adalah udara dan 5% cairan. Gas pada busa memisahkan cairan untuk membentuk matriks gelembung kecil.


Sayangnya, hingga kini tak ada rumus yang bisa menjelaskan mengenai sifat busa. “Fisika busa belum bisa dipahami dengan baik,” ujarnya pada NASA Science.

3. Es
Penyelidikan satu setengah abad belum bisa menentukan mengapa es bisa membuat Anda terjatuh. Ilmuwan sepakat, lapisan tipis air cair di atas es solid menyebabkan kelicinannya. Namun, hingga kini tak ada konsensus mengapa es memiliki lapisan itu.


Teoris berpendapat, hal ini timbul akibat adanya kontak dengan permukaan es yang membuatnya meleleh. Mungkin Anda mengharapkan ada pihak yang disalahkan, namun hingga kini, para ilmuwan angkat tangan untuk hal ini.

4. Sereal
Sereal cenderung berkumpul menjadi satu atau menyingkir di pinggir mangkuk. Ilmuwan menjulukinya 'efek cheerios'. Fenomena semacam ini juga berlaku untuk benda apa pun yang mengambang. Dominic Vella dari Cambridge University dan Laksminarayanan Mahadewan dari Harvard University menjadi orang pertama yang menjelaskan ini.


Menurut mereka, efek ini merupakan hasil geometri permukaan cairan. Tensi permukaan membuat permukaan susu mengumpul di tengah mangkuk karena molekul air dalam susu tertarik kaca, permukaan susu mencekung di ujung mangkuk. Hasilnya, jika tidak mengumpul di tengah, sereal akan berada di pinggir mangkuk.

5. Magnet
Profesor fisika Jearl Walker dari Cleveland State University menjelaskan, medan magnet secara alami memancar keluar dari partikel listrik yang menyusun atom, terutama elektron. Untuk memahami magnetisme sederhana masih bisa dilakukan namun tidak untuk yang lebih dalam.


Meski fisikawan memiliki 'mekanik kuantum' yang bisa menjelaskan perilaku partikel secara akurat termasuk magnetisme namun secara intuitif, tak mungkin memahami arti sebenarnya teori itu. "Itu hanyalah fitur semesta dan penjelasan matematika sebagai upaya menyelesaikan 'tugas rumah' alam dan mencari jawabannya," ujar Walker.

6. Listrik Statis
Guncangan statis sangat misterius. Hal yang diketahui, hal ini terjadi saat ada arus negatif atau positif berlebihan muncul di tubuh dan menyetrum saat Anda menyentuh sesuatu. Atau, listrik statis bisa terjadi saat listrik statis terkumpul di sesuatu yang kemudian Anda sentuh. Penyebabnya hingga kini masih tak jelas.


Penjelasan umum menyatakan, dua obyek yang bergesekkan memukul electron di atom dari salah satu obyek dan membuat obyek itu menjadi terlalu positif atau negatif. Kedua obyek kemudian saling menyetrum. Namun mengapa electron mengalir dari satu obyek ke lainnya? Hal ini tak pernah bisa dijelaskan.

7. Pelangi
Pelangi terbentuk dari cahaya matahari di tetes air di atmosfer. Tetes air ini berperan sebagai prisma yang memisahkan cahaya menjadi komponen cahaya dan mengirimnya pada sudut 40-42 derajat berlawanan matahari.


Secara ilmiah, pelangi tak lagi misterius karena penjelasan munculnya pelangi telah muncul sejak abad 17 oleh fisikawan Isaac Newton. Namun, bayangkan seberapa mistis pelangi sebelumnya. Di zaman Yunani kuno misalnya, pelangi dianggap sebagai jalan yang dibuat utusan Tuhan untuk menjembatani Bumi dan langit.

www.kaskus.us/showthread.php?t=11227608
Read more >>

Thanks Giving

Saya haturkan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk penggemar setia maupun pembaca sekilas dari blog ini. Respon kalian sebagai pembaca merupakan asupan motivasi bagi saya untuk menelurkan cerita-cerita sederhana yang mungkin jauh dari kata sempurna. Sekali lagi saya tekankan bahwa blog ini adalah wadah kecintaan saya pada dua unsur yang sangat berpengaruh dalam hidup saya; SASTRA dan FISIKA. Maka dari itu, isi dari blog ini ya percampuran keduanya. Mungkin ada yang beranggapan bahwa unsur fisikanya seakan lenyap dimakan kisah cinta, but let's look deeper, saya percaya bahwa jiwa saya sebagai seseorang yaNg mengenyam bangku di jurusan pendidikan FISIKA tidak lenyap sama sekali. Tiap cerita saya memiliki roh "itu". Tapi kembali lagi pada pembaca, intinya blog ini namanya SASTRAFISIKA dan mari kita maknai dengan bijak.

Sekali lagi saya haturkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para pembaca setia. Kritik dan saran sangat saya harapkan. Dan karena Anda semua sudah bersedia mengunjungi blog ini, saya berikan hadiah berupa foto saya di bawah ini. Silahkan download kalau Anda suka (hahahaa, NARCISSISM)


Read more >>

Jumat, 20 Januari 2012

I MISS U (PART: RINDU'S PERCEPTION)

Cerita ini merupakan lanjutan dari I MISS U (PART: SOUND)


---MONOLOGUE---
Atoms are so tiny that I inhale billions of trillions with each breath, nearly a trillion times more atoms than the total population of people since time zero. In each breath, I inhale billions of atoms exhaled by every person whose breaths are now evenly mixed in the air. So there are atoms in my body from every person who ever lived. Not yet from newborn babies far away --- but I've been breathing, sweating, and vaporizing like everyone, so those babies are made of atoms that have been part of me. In this sense, at least, we're all one. Me and you are in one breathing, aren't we?
---END OF MONOLOGUE---

CALLING
Kaleb

"Hallo ganteng" tegur saya manja
"Iyaナ." Jawabnya datar
"Kamu sudah pulang kerja kan? Saya gak ganggu kamu kan?" Tanya saya antusias
"Sudah" Jawabnya malas
"Besok jadi pulang ke Bandung kan?" Tanya saya. Sangat berharap dijawab dengan penuh kepastian.
"Insya Alloh" Jawabnya seperti tidak ada kepastian
Kami terdiam. Tak ada satu kata pun keluar dari mulut kami. Ada apa dengan saya? Ada apa dengan dia?
"Saya capek.ナ Bicara panjang lebarnya kita lanjutkan besok ya pas ketemu" Serunya seakan memecah kesunyian sesaat yang kami ciptakan dengan pisau tajam yang seolah mengiris pengaharapan akan adanya kata-kata yang bisa mendamaikan hati.
"Kapan kamu mau menemui saya?" Tanya saya sedikit menahan keantusiasan.
"Besok" jawabnya singkat
"Maksud saya jam berapa?" Sebenarnya saya malas menanyakan pertanyaan bodoh ini.
"Ya pokoknya besok. Hehe" Jawabnya singkat diikuti tertawa datarnya
"Ok, selamat malam" saya langsung menutup teleponnya. Entah kenapa, saat ini saya merasakan ada sesuatu yang mengganjal di lubuk hati saya. Sesak dan membuat saya tersedu. Ada apa dengan saya? Ada apa dengan dia?

Saya matikan lampu. Saya ingin semuanya gelap hingga saya lenyap. Saya sedikitpun tidak bersedih atas apa yang baru saja saya alami. Saya hanya ingin mengeluarkan air mata saat ini. Entah kenapa.

***

Hari ini saya bangun dengan kelopak mata yang menebal. Saya benci keadaan ini. Raut yang menyiratkan bahwa saya sangat bersedih.Entah bersedih untuk apa. Intinya saya harus segera menghapus cerminan ini. Karena seharusnya hari ini saya bahagia. Saya akan coba.

#SHORT MESSAGE SERVICE#
To: Kaleb
Hai ganteng, jadinya berangkat dari Jakarta jam berapa?

Lama saya tunggu balasan sms dari dia. Satu jam sudah saya habiskan waktu untuk menunggu balasan darinya dan saya tidak mendapatkannya.

CALLING
Kaleb

"Nomor yang Anda hubungi sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan. Silahkan coba beberapa saat lagi. The number you are calling isn't active or out of coverage area, please try again on a few minutes"
END CALLING

Ya. Hp nya memang tidak aktif. Saya tidak boleh berburuk sangka apapun padanya. Dia pasti menepati janjinya. Meskipun saya tidak tahu kapan dan dimana saya akan bertemu dengan dia. Tapi kami pasti akan bertemu. Saya yakin.

#FLASHBACK#
Akhirnya saya bisa lihat sosok lelaki yang dari setengah jam tadi saya tunggu di sini. Di tempat saya sedang berdiri. Motornya melaju mendekati posisi berdiri saya dan berhenti tepat dimana saya sedang berdiri.
"Hallo sayang" Sapanya riang sambil membuka helm nya dan menunjukkan senyum lebarnya
"Kamu tega ya bikin saya menunggu setengah jam lebih di sini" Timpal saya ketus
"Loh kenapa menunggu?. Saya sudah bilang, kalau saya sudah sampai saya sms kamu. kamu gak usah nunggu" Jelasnya dengan nada yang sedikit meninggi, tapi masih dengan intonasi yang halus.
"Tadi kamu bilang kalau kita ketemu jam tiga-an kan?" Tanya saya heran
"Jam tigaan kan? Lihat, sekarang baru jam 3.50. Saya belum telat kan?"Jawabnya sembari memberikan helm kepada saya.
"Kita selalu beda persepsi ya?" Tanya saya sambil mengenakan helm yang diberikannya
"Itu yang membuat kita satu. Kita satu karena berbeda" Jelasnya singkat sambil menghidupkan motor.

Saya pun memeluknya erat. Saya benar-benar tidak mau berpisah dengannya. Besok dia akan pergi jauh. Memulai tahap kehidupan barunya. Besok dia mulai bekerja. Jauh di tempat berbeda dari tempat dimana saya sedang berdiri saat ini. Sendiri.
#END OF FLASHBACK#

Saya terus memandangi jam yang menempel di dinding dekat jendela. Saat ini jarumnya sudah menunjukkan angka 12. Tidak ada tanda-tanda sedikit pun dari dia bahwa dia sudah sampai di Bandung atau bahkan mungkin baru berangkat. Tidak ada kabar sama sekali. HP nya tidak aktif. Saya khawatir dan saya tidak suka berada dalam keadaan seperti ini. Keadaan yang penuh dengan ketidakpastian.

#POEM#
Sayangナ
Bila kamu sedang bersedih
Beri tahu saya,
Saya mungkin tak selalu bisa memberimu solusi terbaik untuk setiap masalahmu, tapi saya jamin, saya akan selalu berada di sampingmu, menemanimu dalam melewati setiap masalah yang kamu hadapi

Sayangナ
Andaikata kamu sedang gelisah
Beri tahu saya
Saya mungkin tak selalu membuatmu lebih tenang, tapi saya pastikan, saya tak akan membuatmu lebih gundah. Jika kamu menginginkan kesendirian, saya akan mundur jika itu membuatmu merasa lebih baik. Tapi jika kamu butuh pelukan, jangan ragu. Katakanlah, saya akan selalu siap untuk itu.

Sayangナ
Jika saya sudah membuatmu jenuh
Tolong jangan biarkan saya larut dalam kejenuhanmu
Tolong beri saya petunjuk tentang apa yang harus saya lakukan untuk mencairkan kembali keadaan
Beri saya kesempatan untuk menguranigi konsentrasi ketergantungan ini
Jangan membuat saya terus bertanya seperti sekarang


***

Pandangi senja di penghujung hari membuat saya tertegun. Saya sedih karena hari ini begitu cepat berlalu. Hari ini berlalu tanpa sempat saya isi apapun. Saya tak melakukan apa pun hari ini. Saya hanya menunggunya. Menunggu dia datang dan mengetuk pintu depan. Menunggu dia memeluk erat dan mengatakan bahwa dia sangat merindukan pelukan saya.




Sekarang saya duduk di bangku pinggir danau yang berada tidak jauh dari tempat saya tinggal. Tempat kami dulu biasa bercengkrama menjelang senja, karena di sini kami bisa menikmati indahnya langit senja yang temaram dan bermega. Memastikan bahwa hari ini kami lewati dengan cinta. Menutup hari dengan bahagia.

#MONOLOGUE#
Kami memang terpisah jauh. Tapi saya selalu yakin bahwa kita masih berada dalam dimensi yang sama. Kami masih berada di koordinat dimensi ruang yang serupa. Saya di sini dan dia berada di titik lain. Tapi apakah kamu sadar? Semua orang di dunia ini bernafas dengan udara yang senantiasa bergerak bebas. Dia pergi hilir mudik dari utara ke selatan. Dari hulu ke hilir. Dan dari satu paru-paru ke paru-paru lainnya. Kita mungkin saja menghirup oksigen yang dari seabad yang lalu sudah berhasil menjelajah dunia, mengisi triliunan alveolus dari jutaan orang yang berbeda. Sadarkah kamu? kita satu. Siapapun kita, kita dalam satu nafas. bernafas dengan aliran fluida yang sama. Kita satu. Aku dan kamu satu.
#END OF MONOLOGUE#

Dari tadi saya terus menulis pesan singkat kepadanya. Memang hal ini sangat bodoh, menulis SMS saat saya tahu HP nya sedang tidak aktif. Tujuannya sederhana. Mudah-mudahan ia bisa membaca apa yang saya rasakan saat ini. Saya tak peduli kapan ia akan membacanya. Saya hanya ingin dia tahu apa yang saya rasakan saat ini suatu saat nanti. Saya kecewa.

***

Saya kembali mematikan lampu kamar. Saya ingin semuanya menjadi gelap - tak ada sedikitpun berkas cahaya yang terpantul atau pun sedikit terbiaskan. Saya hanya ingin berinterferensi dengan mimpi. Tersenyum, berlari, bernyanyi, bercanda, dan bercengkrama dengannya. Saya tak ingin berada di dunia nyata yang membuat saya sendu akhir-akhir ini. Biarkan saya berilustrasi dengan pensil yang bisa saya kendalikan sendiri. Saya tak mau bergantung dan menitipkan takdir pada orng lain, meskipun orang itu sangat saya cintai. Terlelap. Dan hari ini pun berakhir. Dia benar-benar tidak datang.


#SHORT MESSAGE SERVICE#
From: Kaleb
Maaf, seharian HP saya tidak aktif dan tertinggal dkosan. Maaf untuk hari kemarin. Terima kasih atas 52 pesan nya. Saya sudah baca semuanya. Saya tahu kamu pasti kecewa.

---SONG---
It don't matter who you are
It's so simple, a feeling
But it's everything
No matter who you love
It is so simple, a feeling
But it's everything

I miss you, like everyday
Wanna be with you, but you're away
I said I miss you, missing you insane
But if I got with you, could it feel the same?


To be continued...
Read more >>

Kamis, 19 Januari 2012

Renungan Senja

"Disaat pengalaman yang dijadikan syarat utama, saya merasa kerdil"

Haruskah saya menunggu sedikit lama?
Tapi saya yakin ini bukan jalan satu-satunya

Cara terbaik untuk mengobatinya adalah dengan mensyukuri setiap perjalanan hidup yang telah diberikan-Nya

Ya Alloh, Ya Rahman... Engkau Maha mengetahui apa yang hamba Mu inginkan, dan Kau pun mengetahui apa yang sebenarnya terbaik buat hamba Mu
Read more >>

Selasa, 17 Januari 2012

TUGAS MENANTI

A: Pak nanti kebagian jadwal pemntapan ya tiap hari kamis dan jumat jam 6.15. Gak boleh telat ya
me: Sip pak (What, jam 6.15? not problem)
A: Trus tiap hari jumat kebagian 2 jam kelas enrichment sampai jam 2, megang 2 kelas semua materi ya
me : Sip pak (Slamat tinggal mesjid cipaganti, slamat tinggal soto ayam terenak sebandung raya)
A: Trus tiap hari rabu kebagian therapy class ya pak, dua jam aja
me: Trus apa lagi pak?
A: Gak ada...
Selang beberapa waktu kemudian (ya sekitar 1 menit). krik...krik....krik
A: Oh iya pak, nanti tolong ngisi pas ujian praktikum ya...nanti dibantuin sama guru lainnya
me: Ok pak, ada lagi?
A: Gak ada
me: yakin pak? (not on conversation)... Menghitung kancing sambil lihat jam. 1 menit sudah lewat....2 menit sudah lewat....30 menit sudah lewat (ngapain ya saya ngitung kancing sampai setengah jam? gak da kerjaan)

mungkin memang sudah benar2 tidak ada tugas lain...Alhamdulillah....Lumayan berat, tapi SEMANGAT, Tugas menanti
Read more >>

Senin, 16 Januari 2012

KEPLER-22B : PLANET SERUPA BUMI

Pernahkah sobat fisika berpikir bahwa ada kehidupan lain (mahluk hidup seperti di bumi)selain di bumi tercinta ini? Saya sangat penasaran dengan tema ini. Tema yang sempat mejadi bahan matakuliah Seminar Pendidikan Agama Islam saat saya masih duduk di bangku kuliahan.

Kita semua mengetahui bahwa bumi yang kita diami ini tak lebih dari sebutir debu dialam semesta yang amat besar dan megah, dan yang penuh dengan kehidupan dan makhluk hidup. Memang mungkin saja bumi kita ini adalah sebutir pasir diatas pantai wujud semesta yang amat sangat luas, yang batas-batasnya tak terjangkau oleh khayalan kita !

Marilah kita simak ayat-ayat Al-Quran di bawah ini dengan bijak dan jernih.

Dan diantara ayat-ayatNya adalah menciptakan langit dan bumi
Dan makhluk-makhluk hidup yang Dia sebarkan pada keduanya.
Dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki-Nya.
(QS. 42:29)

Kepada Allah sajalah bersujud semua makhluk hidup yang berada di langit dan di bumi dan para malaikat, sedang mereka /malaikat/ tidak menyombongkan diri. (QS. 16:49)

Tasbih bagiNya planet-planet, bumi dan semua yang ada di dalamnya. Bahwa mereka itu hanya tasbih dengan memuji Dia, tetapi kamu tidak mengerti caranya mereka. Sungguh, Dia Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. (QS. 17:44)

Hai manusia ! Sembahlah Tuhan-mu yang telah menjadikan kamu dan orang-orang sebelum kamu, agar kamu terpelihara.
(QS. 2:21)

Makhluk-makhluk yang ada diplanet dan bumi memerlukan Dia, setiap waktu Dia dalam kesibukan.
(QS. 55:29)

Tidak ada satu makhlukpun diplanet dan di bumi, kecuali akan datang kepada Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba. (QS. 19:93)

Mengenai makna mendalam dari ayat-ayat di atas, marilah kita sama-sama mempelajarinya. Dan nyatanya belum lama ini, Ilmuwan Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menguak keberadaan planet yang bisa mendukung kehidupan (habitable). Namanya, Kepler-22b. Ditemukan oleh teleskop luar angkasa Kepler.

Para ilmuwan terus mengkaji "kembaran Bumi" itu. Berdasarkan penelitian terbaru, Kepler-22b teridentifikasi besarnya dua kali ukuran bumi, dengan temperatur rata-rata 22 derajat Celcius.

Kepler-22b juga memiliki atmosfer yang bisa mendukung kehidupan. Nyaris sempurna, kecuali kekurangan yang ini: jaraknya terlampau jauh, 600 tahun cahaya dari Bumi.



Kepler 22-b adalah yang kali pertama disebut sebagai "super-Earth" yang diketahui terletak di zona habitasi, dengan bintang mirip dengan Matahari kita.

Dijuluki sebagai "Goldilocks Zone", lokasi di mana planet ini berada memiliki suhu yang cocok, yang memungkinkan eksistensi air di permukaannya.

Ini berarti, planet tersebut bisa memiliki benua dan lautan -- seperti halnya Bumi. Sebab, di mana ada air, di situlah kehidupan berada.

Ilmuwan yakin, Kepler-22b tak hanya sekedar bisa mendukung kehidupan, tapi juga mungkin, sudah ada kehidupan di sana.

"Penemuan ini mendukung keyakinan, bahwa kita hidup dalam alam semesta yang penuh sesak dengan kehidupan," kata Dr Alan Boss, dari Carnegie Institution for Science in Washington DC -- yang membantu mengidentifikasi planet ini dari data yang diperoleh oleh teleskop ruang angkasa Kepler, seperti dimuat Telegraph, 6 Desember 2011.

Seperti diketahui, teleskop Kepler yang diluncurkan NASA mengawasi 155.000 bintang -- untuk mencari keberadaan planet-planet layak huni.

Bintang di sekitar orbit Kepler-22b, berada di konstelasi Lyra dan Cygnus -- ukurannya lebih kecil dari matahari dan 25 persen lebih redup.

Planet tersebut mengorbit bintangnya dalam waktu 290 hari, dengan jarak 15 persen lebih dekat dari jarak Bumi ke Matahari.

Kepler-22b berada tepat di tengah zona habitasi bintang -- sebuah kondisi yang sempurna bagi kehidupan.

Sementara, dua planet lainnya yang mengorbit pada bintang yang lebih kecil dan lebih dingin dibandingkan Matahari -- baru-baru ini ditemukan di tepi zona layak huni mereka.Orbit mereka lebih mirip dengan Mars dan Venus.

Laporan tentang penemuan tersebut akan dipublikasikan oleh Astrophysical Journal.

Dr Douglas Hudgins, ilmuwan program Kepler di markas NASA di Washington, mengatakan, "Ini adalah tonggak untuk menemukan kembaran Bumi."

Wah, mungkinkah planet itu nantinya akan jadi tempat kehidupan ras manusia kelak saat sang matahari di tatasurya kita telah menjadi bintang raksasa merah dan melenyapkan bumi tercinta ini? Wallohualam.... Hanya Alloh SWT yang tahu segala sesuatu yang sudah, sedang, dan belum terjadi...

Tinjau lebih jauh di:
http://teknologi.vivanews.com/news/read/270277-ada-mahluk-luar-angkasa-di-planet-kepler-22b-

• VIVAnews
Read more >>

I MISS U (PART: SOUND)

(Part ini merupakan kelanjutan dari part I MISS YOU)

Hari ini terasa sangat melelahkan bagi saya. Entahlah. Padahal hampIr satu tahun saya sudah melakukan rutinitas ini. Senin sampai sabtu, jam 7.00 sampai jam 15.00 saya berada di sekolah. Apakah saya mulai jenuh? Sepertinya tidak. Saya sangat mencintai profesi saya saat ini. Diakah penyebabnya?

Hari ini matahari seakan dekat dengan kepala saya. Sangat terasa teriknya. Mungkin bumi senang saat ini. Matahari tak lupa datang memberinya kehangatan. Ceria dan cerah. Saya sangat kesal saat bumi terlihat redup. Seakan sedih. Dan itu membuat saya sedih. Hujan selalu membuat saya sedih.

“Ok class, I have a phenomenon. If a tree fell in the middle of a deep forest hundreds of kilometers away from any living being, would there be a sound?” Seperti biasa, untuk memulai suatu topik saya selalu mengajukan sebuah kasus. Kasus yang mudah-mudahan bisa memacu siswa untuk berpikir kritis. Bukan hanya sekedar hafal teori. Hari ini topiknya adalah bunyi. Saya suka topik ini, entah kenapa.

“Who have an answer for that case?” Tanya saya sambil mengangkat tangan dan menatap hangat mata para siswa.
“Me” seorang siswa mengangkat tangannya. Dia terlihat sangat antusias
“Ok please” Saya berjalan mendekatinya
“The answer is NO” Jawabnya yakin
“Why?” saya balik bertanya
“Sound is subjective and requires listener. If there is no listener, there will be no sound” jawabnya masih dengan keyakinan yang tinggi
“OK, anyone else” saya kembali meminta pendapat dari siswa lainnya
“Me” siswa lain mengangkat tangannya. Dia pun terlihat sangat antusias
“OK please” saya pun memutar badan dan berjalan mendekati posisi duduknya
“In my opinion, a sound is not something in a listener’s head. A sound is an objective thing. A sound is a kind of energy. So if u ask me, is there a sound? My answer is YES” Jawabnya dengan lantang dan tegas
“Ok, I’m so glad to hear all of your opinion. Both of you are right. But sometimes, discussion like this one often are beyond agreement , because u fail to realize that you are arguing not about the nature of sound but about the definition of word. Either side is right, depending on which definition is taken, but investigation can proceed only when a definition has been agreed on. The physicist usually takes the objective position and defines sound as a form of energy that exists whether or not it is heard and goes on from there to investigate its nature. Do u get what I mean?”
“Yes, mom” seketika ruang kelas menjadi riuh. Saya mendengar beberapa siswa antusias membicarakan apa yang baru saja saya jelaskan. Saya senang suasana seperti ini. Suasana dimana siswa-siswa saya sangat antusias terhadap suatu konsep yang saya berikan. Puas.

Tak terasa jam sudah menunjukan angka 3. Itu tandanya jam pelajaran untuk hari ini sudah berakhir. Seluruh siswa berhamburan keluar saat bel berakhirnya jam pelajaran berbunyi.

“Bu, kenapa status di page nya galau-galau bu, lagi kangen ya?” Tiba-tiba seorang siswa bertanya pada saya saat pamitan. Segalau apakah diri ini, sampai-sampai siswa umur 14 tahun bisa membaca pikiran saya saat ini. Saya tidak boleh terus seperti ini.

Apakah dia merasakan hal yang sama seperti apa yang saya rasakan saat ini? Sayangnya dia bukan tipe orang yang ekspresif. Saya sama sekali tidak bisa membacanya. Saya tak melihat satu pun statusnya yang menggambarkan kerinduannya akan seseorang. Apakah dia benar-benar tidak merasakan rindu yang saat ini saya alami?

#SHORT MESSAGE SERVICE#

To: Kaleb
I miss U. How was the day, honey?

Lama sekali saya mendapat balasan sms yang beberapa menit lalu saya kirim. Padahal malam ini sudah jam 8. Bukankah dia melarang saya untuk SMS kurang dari jam 7 dengan alasan dia baru pulang dari kantor jam 7? Jadi bukankah tidak ada alasan untuk tidak membalas SMS saya saat ini?

From: Kaleb
Sorry, barusan saya diajak makan bareng ma teman2 kantor. Hari ini Alhamdulillah saya sudah dipercaya megang proyek.

Dia sama sekali tidak menanyakan kabar saya? Separah itukah?

To: Kaleb
Oh, pantas saja kamu lama balas sms saya. Kirain lupa.

From : Kaleb
Hehe

#MONOLOGUE#
What? Fine… maaf kalau saya ganggu. Tahukah kamu? saya benci perasaan ini? Saya benci jadi penderita penyakit rindu tunggal. Rindu yang sepertinya hanya mendera satu pihak saja. Dan pihak itu adalah saya.

@RUANG GURU
“Jeng, aku pulang duluan ya. Udah ada yang jemput” kata salah seorang rekan kerja saya. Dia umurnya lebih muda dari saya. Beberapa hari kemarin dia cerita bahwa dia punya pacar baru yang sangat ia cintai. Lelaki yang dia idam-idamkan sejak dia masih kuliah. Dan akhirnya minggu kemarin mereka meresmikan jalinan asmara mereka. Saat ini hubungan mereka sedang hangat-hangatnya. Tiap pagi kulihat dia diantar ke sekolah oleh pacarnya, begitu pun saat pulang sekolah. Laki-laki itu selalu terlihat standby di gerbang sekolah. Dan tahukah apa yang saya pikirkan saat ini? Saya mengingat sosoknya. Sosok yang selalu saya temukan di depan gerbang sekolah beberapa waktu yang lalu. Tiap pagi dia mengantar saya ke sekolah dan siangnya dia ada tepat di tempat yang sama untuk menjemput pulang.

#FLASHBACK#
(Suatu pagi di bawah pohon depan sekolah)
“Makasih ya honey” tutur saya sambil melepas helm dari kepala dan memberikannya pada laki-laki yang berada di motor. Dia pun demikian, melepas helm nya untuk sekedar menampakkan senyum hangatnya.
“Sama-sama sayang. Ntar pulang jam 3 kan?” tanyanya
“Iya, kamu mau jemput kan?” Tanya saya dengan nada sedikit manja
“Pastinya dong, apa sih yang enggak buat kamu? saya gak akan biarin kamu pulang sendiri. Saya selalu punya waktu buat kamu” Jawabnya sambil kembali melemparkan senyum yang hangat. Senyum yang selalu saya rindukan
“Ya namanya pengangguran, pasti selalu punya waktu” seru saya sambil tertawa
“Oh baiklah, hina saja pengangguran yang satu ini. Nanti lihat ya tanggal mainnya. Kalau saya dah kerja, gak akan ada waktu buat kamu. dan kamu bakal rindu berat sama saya” balasnya sambil mencubit punggung tangan saya. Saya hanya tertawa dibuatnya. Saya tak menyadari sama sekali bahwa apa yang dikatakannya akan benar-benar saya rasakan suatu saat nanti. RINDU.
“Akankah jadi separah itu?” tanya saya dengan mimik yang sedikit muram
“Enggak deh, selalu ada waktu buat kamu. selalu…” jawabnya halus sambil meletakan tangan kanannya di dadanya.
“Ya, kamu pun selalu ada di hati ini” (not on conversation)
“Sudah ya, saya mau masuk kelas dulu” saya pun berusaha mengakhiri percakapan
“Baiklah bu guru, selamat bertugas. Love u…” katanya sambil mengenakan helm kembali.
“Love u too”
Dia pun pergi. Dan senyum itu masih ada. Melekat. Menemaniku seharian penuh.
#END OF FLASHBACK#


Lorong sekolah begitu sepi. Tak ada suara derap langkah siswa yang berlarian. Tak ada deru suara tertawa di sudut-sudut gedung. Sepi. Saya berjalan sendiri, ringkuh membawa beberapa tas di kanan dan kiri. Saat sampai di gerbang sekolah, mata saya langsung tertuju dan seketika terpaku pada pohon itu. Saya mencarinya. Dia tak pernah terlihat lagi akhir-akhir ini. Rindu.

#MONOLOGUE#
Saya seperti berada di ruang vakum dimana bunyi tak bisa merambat. Sunyi. Tak ada nada yang teratur atau desah yang frekuensinya tak menentu. Sepi. Ataukah bunyi itu terlalu jauh hingga saya tak mendengarnya? Tapi saya yakin bunyi itu ada, karena ia adalah energi. Saya tak patut ragu untuknya…. Dia ada di sini. Tepat di hati saya. Bergaung, bahkan bergema seakan memperkuat rasa. RINDU.

#SONG#
Words don't ever seem to come out right
But I still mean them, why is that?
It hurts my pride to tell you how I feel
But I still need to, why is that?

I miss you, like everyday
Wanna be with you, but you're away
I said I miss you, missing you insane
But if I got with you, could it feel the same?


#SHORT MESSAGE SERVICE#
(Kontrakan, malam hari)

From: Kaleb
Honey....Weekend depan saya ke Bandung...Really Miss U...C U

To: Kaleb
BENARKAH? OK, saya sangat tunggu

Senyum. Saya bahagia.

To be continued...
Read more >>

Sabtu, 14 Januari 2012

PHOTO EDITOR

Happy Sunday BLOGGER

Inginnya sih kalo liburan gni kumpul sama keluarga. Tapi apa daya, karena saya adalah seorang PALANG (pemuda petualang). jadi ya beginilah nasib seorang perantau. Tapi untuk masa depan cerah kenapa tidak dijalani dengan enjoy? (Harapan itu selalu ampuh menahan saya untuk tetap tegak beridiri?

So what should I do to kill my bored day? Knapa gak coba foto editor saja? OK.... (Sang biang narsis mulai bangkit dari tidur panjangnya. Seketika saya buka master2 program yg ada di laptop saya, dan, I got it...ada PICASA, Ulead Photoimpact, dan Photoscape.....Wahwehwow, dua program diantaranya baru pertama kali saya pakai, bingung dan asal coba saja jadinya..... *Mudah2an editor2 itu bsa bkin sy tambah ganteng, ckckck. and this is it, the result.... (Jelek sih)


Read more >>

Jumat, 13 Januari 2012

EMPAT [IV]

19.00, 3 Januari 2012
"Akhir-akhir ini aku merasa ada yang berbeda dengan kamu. Entah ada apa dengan hubungan kita. Aku merasa ada yang aneh" Kalimat itu terlontar dari seorang wanita yang sedang duduk di depanku. Terdengar sedikit terbata. Sepertinya dia menahan sesuatu. Sesuatu yang membuat dadanya sesak.

"Mungkin ini yang dinamakan jenuh. Sudah aku katakan, kita perlu waktu untuk sedikit meredakan amarah kita masing-masing. Sudah aku katakan pertemuan ini akan jadi sia-sia. Ini semua hanya akan memperkeruh suasana" tegasku sambil mengenakan jaket kembali dan menggendong tas ranselku. Aku hendak pergi dari tempat ini. Tempat yang selama 15 menit ini seakan mengurungku.
"Kamu mau kemana?" Tanya Indah dengan nada lemas. Ya, namanya Indah. Dia adalah wanita yang selama kurang lebih tujuh tahun berada di dekatku.
"Apa aku harus jadi terdakwa dihadapan kamu? Aku masih punya banyak urusan ketimbang harus terpojok karena melihat kamu menangis" jelasku seakan menahan nada yang tinggi
"Aku gak nangis. Aku gak nyalahin kamu" sang wanita mencoba untuk meredakan suasana
"Yaナ Bagus kalau kamu bisa bersikap seperti itu. Tapi jujur, saya harus pergi. Besok saya harus masuk kerja pagi"

Aku pun pergi meninggalkannya. Sendiri. Ya, aku salah. Tidak semestinya aku bersikap seperti itu. Harusnya kami bisa menyelesaikan masalah kesalahpahaman ini malam ini juga. Tapi ego kami belum mereda. Egoku belum bisa aku padamkan. Aku masih percaya bahwa aku sepenuhnya benar.

---FLASHBACK---
22 Desember 2004

Hari ini pertama kalinya aku menjadi panitia di acara ulang tahun sekolah baruku, SMA Semadu-Cianjur. Meskipun aku bukan panitia inti acara besar itu, tapi aku senang karena aku bisa terlibat langsung. Biasanya aku paling malas untuk mengikuti kegiatan-kegiatan seperti ini di SMP. Tapi entah kenapa, semenjak masuk SMA, aku ingin jauh terlibat dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan di sekolahku ini. I wanna change my self, I wanna go out from my convert zone. Yup, ini adalah momen yang tepat.

"Kemana aja lo? Jam segini baru datang. Lo tega biarin gw angkut-angkut barang sendiri"
Belum juga aku menormalkan detak jantung dan hembusan nafas setelah lari dari gerbang sekolah menuju stand ini, aku sudah mendapatkan sarapan kekesalan temanku. Namanya Gusti. Anak yang selalu berhasil jadi sosok pemimpin. Bukan karena kemampuan leadership nya yang bagus; yang membuat dia selalu terpilih menjadi ketua pelaksana. Ini murni karena orang memang takut padanya. Muka sangar yang dimilikinya membuat orang berpikir dua kali untuk menentang pendapatnya tentang segala hal. Apakah itu yang dimaksud tegas?

"Sorry gus, gw harus ngeprint prosedur percobaannya. Tiba-tiba tadi pagi Susi telpon gw, katanya dia gak bisa datang hari ini. Sakit perut katanya. Semalam dia makan rujak kebayakan terus masuk angin, ya intinya ada sedikit komplokasi ringanlah di perutnya" jelasku mencoba membela diri sembari berusaha menormalkan detak jantung dan hembusan nafas ke ritme semula.
"Iya, makasih. Penjelasan lo gak bisa ngilangin asam laktat yang sudah melekat di otot ini. Sekarang layanin aja tamu yang datan. Tuh orangnya. Gw mau makan dulu" jelas Gusti sambil menunjuk ke arah wanita yang sedang berdiri di gerbang stand.

#Conscience#
"Bersikaplah ramah pada pengunjung. Lebarkan senyuman dan tajamkan tatapan"
#End of Conscience#

"Selamat pagi teh. Selamat datang di stand fisika, Be teh First Who Knows Teh Magic of Physics" sapaku pada seorang wanita yang berdiri tepat di gerbang stand (kenapa jatuhnya saya terdengar seperti seorang Shopkeeper ya, haha). Wanita dengan jilbab warna orange dan memakai kaos panjang warna putih dengan lengan berwarna orange itu sepertinya kakak tingkatku dan sepertinya dia anak klub matematika. Ya, kaos yang dipakainya adalah kaos klub matematika. Ngapain dia datang ke stand fisika? Apakah dia mau mencuri konsep kami? Entahlah.

"Saya seperti masuk ke wahana sirkus ya" kata wanita itu datar. Ya, intonasinya memang datar, tapi makna dari pernyataanya itu sangat menusuk.
"Iya teh, silahkan masuk dan pilih kartu yang ada di tangan saya. Kartu merah untuk masuk ke kandang singa. Kartu hijau untuk berkunjung ke kandang ular phiton, dan kartu kuning untuk ikut dalam atraksi potong leher" (not on conversation)
"Iya teh, itu jargon stand kami. Dan memang tema kami tahun ini sedikit mengambil tema sirkus. Silahkan masuk dan nikmati semua keajaiban fisikanya" aku masih berusaha untuk menahan amarah dan tetap menebarkan senyum. Meskipun aku tahu, senyum itu palsu.

"Kamu di sini sendiri ya? Kemana yang lain? Bukannya acara sudah dimulai setengah jam yang lalu ya?" Tanya si pengunjung geje itu. Entah apa yang ada dipikirannya. Pertanyaannya seakan menelanjangi aib klub kami.
"Kebetulan beberapa anggota tidak bisa datang karena berbagai alasan teh" jelasku sambil terus menebarkan senyum palsuku.
"Mengapa aku harus menerangkan semuanya secara lugas kepadanya. Siapa dia? Dia bukan ketua klub kami kan?" gerutuku dalam hati.
"Ohナ." dia menanggapi dengan sekenanya
"Teteh mau saya terangkan percobaan yang mana?" Aku berusaha untuk menarik minat pengunjung yang satu ini.
"Cepatlah bosan dengan semua yang aku tunjukan. Pergilah kau dari Stand ku ini" (Not on conversation)
"Aku ke sini untuk mencari Susi. Dia datang kan hari ini?" terangnya. Masih dengan nada datar.
"Ohナ. Wahai Susi, kenapa kau begitu menyusahkanku pagi ini. Dimulai dengan telpon pagi-pagimu yang membuatku harus menjalankan kewajibanmu sebagai sekretaris yang akhirnya membuatku kena semprot ketua pelaksana. Dan sekarang, kau kirimkan tamumu yang datar ini kepadaku. Susi, apa lagi derita yang akan kau berika kepadaku hari ini? Mudah-mudahan diaremu cepat sembuh. Amin" (Not on conversation)

"Oh, Susi kebetulan gak datang hari ini. Dia kena diare akut. Masuk RS tadi malam" jawabku dengan nada datar. Semoga nadaku sedatar nadanya. Biar dia sadar bahwa intonasi datar itu kurang enak didengar.
"Wah? Yang benar? Kok saya gak tahu ya? Perasaan kemarin dia tampak sehat-sehat saja?" dia tampak seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja aku katakan. Ya, aku memang sedikit melebihkan keadaan Susi. Tapi intinya Susi memang sedang diare kan?
"Kalau teteh tidak percaya, datang saja ke rumahnya" aku mencoba untuk meyakinkannya. Tidak tahu kenapa, aku ingin mempermainkannya. Aku senang dan tertawa dalam hati saat mukanya memancarkan kekhawatiran. Makan tuh khawatir!

Dia pergi begitu saja dengan datarnya, ya, dia sangat datar dan dingin. Tapi entah ada apa dengan dirinya. Aku rasa dia punya sesuatu yang membuat diriku merasa kesal dan senang dalam waktu yang bersamaan. Entahlah.

---END FLASHBACK---

22.00, 3 Januari 2012

Entah apa yang harus aku lakukan. Apakah aku harus minta maaf atas apa yang aku lakukan kepadanya barusan. Meninggalkan dia sendiri dengan masalah yang masih belum jelas. Tidak. Saya tidak salah sama sekali. Sudah cukup selama ini saya selalu berada di pihak yang salah. Cukup.

#SONG#
--Seventeen-Selalu Mengalah--

Jelaskan padaku isi hatimu
seberapa besar kau yakin padaku
untuk tetap bisa bertahan denganku
menjaga cinta ini

Pertengkaran yang terjadi
seperti semua salahku

Mengapa selalu aku yang mengalah
tak pernah kah kau berpikir
sedikit tentang hatiku
mengapa ku yang harus selalu mengalah
pantaskah hatiku
masih bisa bersamamu

#End Song#

---FLASHBACK---
7 Januari 2006
(Short Message Service)


To: Teh Indah
Luruh hati karena dia
Cinta yang tak pernah datang sebelumnya
Tapi semua tak ada
Dia berarti beda
Dia berarti luka
Tp dia tetap cinta
Tetap rasa kasih yag tak harus diabaikan
Kamu terlampau Indah

From: Teh Indah
Gombal

To: Teh Indah
Loh ko Gombal sih?

From: Teh Indah
Maksudnya apaan?Eh seru kali yak lo kita ngobrol kayak gini tuh langsung bkn lewat sms kan gx ngabisin pls.Di kelas kita Cuma bisa diem-dieman. Hehe. Knp atuh? gx bisa langsung yach?

To: Teh Indah
Maksudnya tuh kayak pernyataan td. Kan teteh masih bingung dengan "indah", ya it. Masa juara puisi ngx ngerti. Ya sih, saya slalu berusaha buat deketin teteh di kelas, tp teteh kayak nolak gtu.
Ya udah kalo syg pls mahナ.

From: Teh Indah
Bknnya sayang pulsa, tapi iya ini sih mnrt teteh, gtu. Kok prtanyaan tth gak dbls? Emang km ngrasain cinta?

To: Teh Indah
Teteh tuh baik tp kadang judes. Teteh tuh cwe tegas (beda sama saya). Kadang linglung.
Setiap saat cinta tuh ada. K teteh jg cinta, klo gak cinta gk bkal jd shbat.

From: Teh Indah
Oh iya kyk film yang kemaren y? ma kasih atas semuanya. Mdh2an kita bisa jd sahabat sejati. Aminnn.

From: Teh Indah
Kok lama sih, dah tidur ya,,,? Kok mo tidur gak pamit2 dlu. Gak sopan. Ya sudah, tidur aja deh. Met tidur sahabatku sayangナ.

Aku pun tertidur pulas. Memimpikan dia tersenyum dan berkata bahwa dia akan selalu berada di sampingku. Manis.

-END FLASHBACK-

4 Januari 2012
#Calling#
Teh Indah-----


"Sudah Aku bilang jangan memperkeruh suasana" tegasku di ujung telepon dengan nada sedikit membentak.
"Aku tidak memperkeruh suasana mas. Aku hanya ingin cerita ke sahabatku saja. Aku gak kuat memendam masalah ini sendiri" jawabnya terisak.
"nangis lagi kan? Kamu nangis kan?" aku kesal saat ini. Sangat kesal. Dia membicarakan masalah yang sedang kami hadapi kepada Susi. Tadi pagi Susi meneleponku, berlagak seperti seorang malaikat yang tahu segalanya. Kamu tidak tahu sedikitpun masalah yang sedang kami hadapi, Susi! Urus saja hidupmu, Susi!

"Aku gak kuat mas. Aku ini wanita. Perasaanku mudah goyah mas" jawabnya pasrah
"Sudahlah, nampaknya ego kita msih berada di zenithnya. Selamat siang!"
#End Call#

Aku kembali merasa sebagai laki-laki paling jahat di dunia ini. Berapa kali aku sudah membuatnya menangis seperti ini. Sering.

-FLASHBACK-
Agustus 2007

Aku kini resmi jadi mahasiswa setelah diterima di salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Jakarta. Aku sangat sedih karena harus meninggalkan ibu dan bapa di rumah. Secara aku anak tunggal. Mereka pasti akan sangat kesepian. Terlebih aku. Aku pasti sangat merindukan mereka.

Terlebih, akupun harus berpisah dengan sahabat terdekatku, Teh Indah. Meskipun kami nantinya bakal tetap di satu kota. Tapi sekarang kami tidak mungkin bertemu di kelas yang sama lagi. Untuk sekedar informasi, dia juga diterima di PTN Jakarta. PTN yang tentunya berbeda dengan kampusku.

#Song#
--Sebelum Cahaya-Letto--

Ku teringat hati
yang bertabur mimpi
kemana kau pergi cinta
perjalanan sunyi
engkau tempuh sendiri
kuatkanlah hati cinta

Ingatkan engkau kepada
embun pagi bersahaja
yang menemanimu sebelum cahaya
ingatkan engkau kepada
angin yang berhembus mesra
yang kan membelaimu cinta

#End Song#

---END FLASHBACK---

5 Januari 2012
(Short Message Service)

To: Teh Indah

Teh, saya sudah kirim email. Semua yang saya rasakan tercurah di email itu. Dimohon ketenangan hati untuk membacanya.

Aku pandangi layar HP yang sejak tadi kugenggam. Dia nampaknya belum mau untuk menyambung komunikasi denganku lagi. Apa dia masih marah ya? Aku tidak paham. Aku tidak mau terpancing lagi dengan kemarahan-kemarahan yang tak berujung ini. Aku akan melapangkan kesabaran dan pintu maaf ini. Aku sudah lelah menahan emosi. Aku ingin dia kembali. Tersenyum manis.

6 Januari 2012
(Short Message Service)

From: Teh Indah

Aku sudah baca mas. Aku kirim tanggapannya ke email mas. Tolong baca dengan hati yang tenang.

Entah kenapa aku merasa sangat senang. Aku kira dia tidak sudi untuk sekedar membaca email yang ku kirim kemarin. Ternyata dia juga menanggapi email yang aku kirim. But wait? Kira-kira tanggapannya bagaimana? Masihkah dia akan mempertahankan egonya? Akankah dia masih menempatkan dirinya di posisi orang yang paling benar?

Aku buka akun emailku dengan tergesa-gesa. Aku tak sabar membaca emailnya.
"Yup, This is it"
Aku baca emailnya perlahan. Aku tidak mau salah tafsir lagi. Aku ingin membacanya dengan tenang. Mencoba untuk memaknai setiap kata yang ditulisnya dengan pikiran yang jernih.

From : Pink_Indah@Smiley.com
To : Rizal_Alzupri89@Smiley.co.id


Mas..sebelumnya saya minta maaf apabila ada kata-kata saya di tulisan ini yang tidak berkenan di hati mas. Itu murni karena kebodohan saya dalam merangkai kata.
Mas, saya ingin katakan dari hati sy yg terdalam. Saya sudah memilih cinta mas untuk ada di hati saya. Semoga tidak ada halangan apapun dalam perjalanan kisah kita. Amiin.. Insya Allah..
Mas.. Saya paham dan bisa merasakan bagaimana ada di posisi mas sekarang ini, sebetulnya, tapi maafkan kalau sikap saya selama ini membuat saya terlihat bertolak belakang. Setidaknya saya tau apa yg mas inginkan untuk beberapa tahun ke depan. Sy sangat mendukung rencana2 mas karena saya tau mas orang yang sangat penuh persiapan dalam menghadapi segala hal, untuk masa depan pun pasti demikian.

Saya tidak keberatan dengan rencana mas karena saya jg sadar, saya jg perlu untuk punya bekal dulu sebelum memulai babak baru kehidupan saya nantinya. Semua itu tidak lain untuk kebahagiaan kita juga nanti, begitukah?, bekal kita di dunia dan mempersiapkan diri untuk akhirat nanti..
Namun, akhir2 ini saya merasakan ada yg berbeda dlm sikap mas.. sy merasakan ada yg berbeda dlm sorot mata mas. Ternyata semua sudah terjawab. Itu semua yg mas khawatirkan.. Mas khawatir saya akan menjadi jenuh dengan hubungan kita kan karena mas akhir2 ini sibuk dengan kerjaan mas? Tidak mas. Saya tidak merasa jenuh sedikitpun. Saya harap mas tidak se-sensitif yang kemarin-kemarin. Kita jalani saja dengan enjoy. Jangan pikirkan "biasanya orang lain"..Ini kita sekarang. Jangan minder. Insya Allah nanti bisa lbh baik.

Saya pun tidak memaksa hal itu mas, sy beri kebebasan waktu ke masナsy percaya, mas mempertimbangkan banyak hal. Asalkan segalanya ada jaminannya. Saya tidak mau hidup tergantung mas. Saya ingin mas bisa meyakinkan sayaナ

Masナ.mas tuh terlalu baik. Mungkin terlalu baik untuk seorang sy yg banyak sekali kekurangannya ini. Maaf kalau selama ini sy terlalu manja dan terlalu egois, bahkan terlalu ingin diperhatikan, ingin semua seperti keinginan saya. Ingatkan saya ya mas. Tp sy minta untuk tidak mengingatkan sy dgn cara marah ke sy. Itu sangat menyiksa bwt sy, sehingga tak bisa menahan air mata. Sy gx sanggup kehilangan kehangatan dan senyum mas.

Sy harap kalau mas punya waktu saat pulang ke Cianjur. Mampirlah ke rumah. Bunda pasti akan sangat senang.ma kasih ya masナ
Sekali lagi mohon maaf atas kata-kata saya.
Semoga mas tidak keberatan.
Yuk kita sambut hari-hari kita dengan perasaan lapang. Menikmatinya dan mdh2an mendapat ridhoNya. Amiin.


Ternyata dia masih wanita yang sama. Wanita yang sanggup menerima saya apa adanya.

Tanpa tunggu waktu lagi aku langsung menanggapi emailnya. Aku mau dia yakin, bahwa dia tidak salah pilih orang.

From : Rizal_Alzupri89@Smiley.co.id
To : Pink_Indah@Smiley.com


Teteh, saya sangat senang membaca tanggapan teteh. Teteh masih percaya kan kalau saya cinta teteh?

Teh, terima kasih karena sudah menjadi wanita yang sudah menerima saya apa adanya. Terima kasih karena telah membuka pintu maaf untuk kesekian kalinya. Saya hanya ingin teteh tahu, pertengkaran yang akhir-akhir ini kita alami membuat saya semakin takut kehilangan teteh. Sangat takut. Andaikan saya berada di akhir zaman, rasa takut saya tidak sebanding dengan apa yang saya rasakan saat hubungan kita berada di ujung tanduk.

Teh, terima kasih juga atas waktu yang teteh berikan ke saya. Saya akan mempergunakannya dengan optimal. Saya akan mempersiapkan semuanya dengan baik teh. Tolong dukung saya. Itu kan esensi hubungan kita saat ini sebenarnya. Saling mendukung dalam mencapai cita-cita. Mari kita persiapkan bersama. Kita masih punya pulau tujuan yang sama kan?

Terima kasih atas smua pengertiannya. Bilang ke bunda, Insya alloh kalau ada kesempatan saya akan berkunjung.

I Love You

---FLASHBACK---
23 Desember 2004

"Gusti, gw izin solat dulu ya" pintaku ke Gusti dengan muka yang memelas. Ya, aku lelah. Sudah sekitar empat jam aku harus melayani pengunjung yang datang ke stand ini. Otak ku sudah penuh dengan pertanyaan-pertanyaan pengunjung yang aneh.
"Emang gw setan, pake nahan-nahan lo buat solat? Solat sana! Biar segeran dikit, ntar jagain stand lagi, gw mau pergi bentar" jawabnya ketus. Benar-benar sosok ketua yang tidak patut dicontoh. Sepertinya aku sudah salah masuk klub. Bukannya tujuanku masuk klub supaya aku bisa belajar banyak tentang kepemimpinan?

@ Teras Mushola
Aku menyandarkan punggungku di tembok mushola sambil selonjoran di terasnya. Kakiku benar-benar pegal. Terlihat dua sosok wanita yang datang mendekatiku.

"Eh jupri, kamu tega ya bilang aku kena diare akutlah, masuk rumah sakit lah. Kamu ngedoain ya? Dasar!" Susi tiba-tiba berbicara lantang kepadaku. Terlihat wanita disampingnya hanya tersenyum simpul. Dia sepertinya puas dengan apa yang dia lihat saat ini.
"Ini sus, kemarin teteh ini datang ke stand nanyain kamu. ya aku jawab kamu lagi sakit. Tapi untuk sedikit mendramatisir keadaan, aku bilang kamu masuk RS" terangku dengan muka lugu.
"Dasar raja usil. Pake panggil teman seangkatannya dengan panggilan teteh lagi. Ini Indah teman aku, dia anak kelas X-1" Jelas Susi

#Monolog
Oh namanya Indah ya. Jadi dia teman seangkatan? Tapi dia sangat terlihat dewasa. Bukan dari fisiknya sih. Tapi dari tatap matanya, gerak tubuhnya, dan cara ia bicara. Dia berbeda dengan teman-temanku lainnya. Mungkinkah dia? Sosok yang selama ini aku cari?

Tiba-tiba lamunanku terpecah oleh Susi yang tiba-tiba menepuk pipiku.
"Ih ko pake tampar segala. Aku sudah wudu, jadi batal deh. Mana harus basuh pake lumpur tujuh kali lagi" Aku berusaha bangun dari khayalanku.
"Maksud Lo? Kurang ajar, emang aku najis. Perkenalkan diri kamu dong Zup, dia bakal jadi teman kelas kamu di semester berikutnya loh" terang Susi.
"Semester besok kamu juga masuk kelas internasional ya?" tanyaku pada Indah seakan tak menghiraukan keberadaan Susi.
"Iya jup, Alhamdulillah kemarin saya lolos seleksi. Mudah-mudahan kelasnya menyenangkan" jawabnya lembut. Benar-benar berbeda dengan intonasi yang kemarin dia keluarkan. Sangat datar.
"Amin" Timpalku. Masih menghiraukan keberwujudan Susi.

#Monolog
Susi, pergilah dari kehidupanku. Aku ingin sekejap bersamanya. Mengenalnya lebih dalamナ..

---FLASHBACK---
14 Januari 2008

Aku seperti kehilangan sosok itu. Apa dia mungkin sedang sibuk dengan kuliahnya? Aku rasa tidak. Ini kan baru awal semester kedua. Apa aku sudah berbuat salah pada dia dan aku tidak menyadarinya?

#CALLING"
Teteh Indah-----


"Hallo" sapaku lembut setelah ku tahu bahwa teleponku diangkatnya. Beberapa saat tak ada satu kata pun keluar dari speaker HP ku.
"Hallo tehナ." Aku kembali menyapanya
"Iya hallo" Jawabnya datar. Akhirnya dia membalas sapaanku, meskipun datar.
"Teh, kenapa sms saya gak pernah teteh balas akhir-akhir ini?" Tanyaku padanya.
"Pulsaku habis" Jawabnya singkat dengan intonasi yang masih datar. Tak biasanya dia bersikap sedingin ini padaku.
"Aku main ke kosanmu ya teh" Aku berusaha sehangat mungkin dalam bersikap.
"Aku pengen istirahat seharian ini" Jawabnya ketus
"Kamu sakit ya teh? Kok gak bilang-bilang?" Masih dengan usahaku menghangatkan suasana
"Sejak kapan kamu perhatian dan buat apa kamu perhatian sama aku? Aku bukan siapa-siapa kamu kan?" tiba-tiba pertanyaannya memborbardir telingaku dengan nada yang tidak datar lagi, cenderung meninggi.
"Waitナ..I don't understand what u saidナ Teh, aku bingung. Sebenarnya apa salahku? Kalau aku punya salah tolong jelaskan" Aku benar-benar bingung dengan keadaan yang sedang aku hadapi saat ini.
"Aku ini cewek Jup, tolong beri aku kepastian. Kalau toh memang bukan kamu. izinkan aku untuk lepas. Aku ingin segera mencari sosok yang memberi aku kepastian" Serunya lugas
"Ok, I got it. Selama dua tahun ini kita bersahabat. Bahkan menurutku lebih dari bersahabat. Kamu bisa bayangkan, dua orang berbeda jenis kelamin menjalin hubungan persahabatan. Tiap malam mereka saling sms an untuk sekedar memberi kabar. Tiap weekend mereka jalan bersama. Apakah kamu tidak merasa aneh dengan hubungan macam ini?" (Not on conversation)

"Tehナ maafkan aku. Selama ini aku masih merasa belum siap menjalin hubungan. Aku belum siap dengan berbagai konsekuensi yang akan kita hadapi nantinya. Tapi jika dibandingkan dengan harus kehilangan kamu, aku lebih tidak siap" Jawabku sedikit gemetar
"Aku gak akan maksa kamu jup" nadanya mulai mendatar kembali
"aku gak merasa dipaksa teh. Hal ini memang terlambat aku ucapkan. Tapi jujur, aku sudah merasakannya sejak dua tahun lalu. Maafkan karena aku sudah membuat kamu menunggu. Aku butuh waktu untuk meyakinkan hati ini, begitupun kamu. aku gak ingin kamu salah pilih orang. OK, maukah kamu jadi pacar aku?" Aku bertanya kepadanya dengan seribu kecemasan. Tidak ada suara keluar dari mulutnya. Aku pun hanya bisa mendengar deru nafasku sendiri. Hinggaナナ
"Iya, aku mau jadi pacar kamu" dan jawaban itu seketika memecah balok kecemasan menjadi butir Kristal yang berkilauan. Aku percaya cinta akan membuatku tambah dewasa dan siap menghadapi segala konsekuensinya.
"Boleh aku panggil kamu mas? Biar aku tidak terlihat lebih tua dari kamu" Permintaan cukup aneh di awal masa pacaran kami. Manis.

#SONG#
--Elliott Yamin - You Are Teh One--

Sometimes I sit and I wonder
And I just can't seem to believe
What a blessing it's been to be loved
You're an angel sent to me

You're the star who lights up my sky
You're the one who made me see
That you don't need wings to fly
You're love has set me free

Cause you are the one who makes me whole
In my heart and in my soul
And just like the sun you show me the light
I'm amazed and you're the reason why
---END FLASHBACK---

19.30, 13 Januari 2012
(Short Message Service)

To: Teh Indah

Teh dingin banget ya malam ini. Tumben Jakarta sedingin ini?

From: Teh Indah
Iya nihナ mas sudah makan?

To: Teh Indah
Ini lagi makan. Biasa nasi goreng. Bisa-bisa tukang nasi gorengnya bosan liat saya membeli nasgornya, hehe

From: Teh Indah
Wah kasian. Tenangナ.. Ntar mah gak usah keluar beli makan. Bakal ada yang nyiapinナckckck

To: Teh Indah
Aminナ. Gak kerasa ya besok dah tanggal 14 Januari lagi

From: Teh Indah
Iya masナ. Dah empat tahun ya mas?

To: Teh Indah
Heheナ..


#PUISI#
Cinta itu kadang sedih, air mata, dan keputusasaan
Tapi terkadang cinta itu benci, cemburu, dan rindu yang menyiksa
Seringnya cinta itu membuat mereka malas makan dan sekedar membersihkan badan
Cinta membuat kita frustasi
Cinta kadang membuatnya menangis
Cinta membuat saya sakit hati
Jadi apa yang harus kau harapkan dari CINTA?
Pembelajaranナ
Ya, saya belajar dari cinta
Semua rintangannya membuat saya dewasa dan berani berkata bahwa saya siap menerima semua konsekuensinyaナ


===To be continued===
Read more >>

11 Pertanyaan Aneh

Hah,,, Disaat saya kehabisan ide di tengah proses penulisan CERPEN saya selanjutnya. Saya buka FB dan kemudian menemukan link blognya bu dokter Emprit. Seperti biasanya, Dia datang dari masa lalu, dan memberikan 11 pertanyaan aneh yang harus saya jawab. Tapi sepertinya saya tidak akan membuat 11 pertanyaan berikutnya dan mengirimkan pertanyaan itu ke sebelas teman saya. Alasannya sangat simple,

1. Teman2 saya sudah banyak menanggung beban masalah dalam hidupnya, hati ini begitu berat untuk menambah beban masalah di kehidupan mereka. 11 pertanyaan sedikit memberatkan.
2. Saya tidak cukup yakin ada 11 teman saya yang memiliki blog, Entahlah.

Baiklah dr.Prita Noer Eka Putri, saya akan jabanin semua pertanyaan Anda


1. Kira-kira pas umur kamu 27 tahun, kamu itu adalah siapa? (you know what I mean lah ya)
Saya adalah diri saya saat ini dengan perubahan status. mungkin di umur 27 gelar sy bukan lagi S,Pd tapi jadi M.Pd atau M.Ed (Amin....sambil jungkir balik dan kayang). Mungkin juga status saya bukan perjaka tingting lagi, sudah ku serahkan semua kesucianku pada wanita yang dipilih Tuhan sebagai jodoh saya (Amin....sambil goyangkan leher).

2. Gadget impian kamu saat ini apa?
Sebenarnya saya bukan pecinta gadget sih (alasan utama sebenarnya sih karena saku saya terlalu tipis untuk sekedar memimpikannya). Tapi, andaikata saya punya uang, saya ingin membeli TV yang bagusan untuk di kosan, minimal 29 inch (Loh kenapa ketawa, bagi saya TV juga gadget kaleeeee)

3. Kalau sodara kamu dijahatin, kamu mau apain penjahatnya?
(jikalau saudara dalam konteks ini layaknya sepupu, ponakan, dll): Peduli amat. Toh sodara saya punya orang tua dan sodara kandung yang lebih berkewajiban membela
(jikalau saudara dalam konteks ini kakak atau adik kandung): bilang mamah atau bapa, suruh mereka urus penjahatnya.

4. Lebih baik menderita di atas kebahagian orang lain atau bahagia di atas penderitaan orang lain? (kudu milih) Alasannya?
Sebenarnya sangat sulit memilihnya. tapi karena disuruh milih, jadi apapun jawabanya, baik buruknya ditanggung sama yang buat pertanyaan. Saya pilih option yang kedua. Kenapa? Hidup cuma sekali, ngapain berperan sebagai objek penderitaan, mari putar dunia. Jadilah orang yang berbahagia di atas penderitaan orang lain. Tapi ya jangan terlalu egois lah, marilah kita sisihkan 2,5% nya untuk orang yang menderita tersebut (ini mah murni bercanda ya. Salahkan yang buat pertanyaan)

5. Kalau rumahmu kebakaran, benda apa yg akan kamu selamatin duluan? (di luar benda bernyawa)

Laptop atuh. Smua modal kerja saya ada disana. Laptop bagi saya otak kedua. Klo dia kebakar, saya bisa terserang SEMI-AMNESIA (setengah ingatan saya kabur) dengan gejala: makan jadi banyak, makin ganteng, badan jadi makin tinggi, berubah jadi inovatif dan kreatif serta tiba2 memiliki jiwa wirausaha yang tinggi.

6. Lebih baik jadi anak tunggal atau lebih baik punya sodara yg nyebelin buanget?
Punya sodara dong. Meskipun menyebalkan, pasti ada momen2 dimana kita membutuhkan kehadiran mereka (jawaban ini serius, jangan dianggap sepele). tapi kalo nyebelin banget sih mending kabur dari rumah, jangan lupa culik ibu dan bapa. haha....bercanda ko, jangan serius banget ya...

7. Kalau diberi kesempatan untuk kembali ke masa lalu 1x, mau kembali ke waktu kapan dan ngapain?
SMA, pengen ikutan olimpiade fisika. Secara skarang saya guru fisika, udah sedikit tahu cara2 menyelesaikan soal fisika yang dulu gak saya mengerti sama sekali. Abisnya waktu SMA sy gak pernah tembus tingkat kota pun, tingkat RT pun saya gagal.

8. Makanan termahal yang pernah kamu makan apa?
Soto ayam dengan rasa selevel pinggir jalan tapi dengan harga kurang lebih $ 9.5. Ya mungkin kalau ukuran disana, harga segitu murah. Tapi dasar sistem konversi saya selalu bekerja dengan baik, saya menyesali tiap sendok soto ayam yang saya makan. di bandung saya bisa menikmati semangkuk soto semacam ini hanya dengan harga Rp.6000

9. Kalau ada ibu-ibu ga dikenal datang tiba-tiba bilang kamu anak kandungnya apa yg pertama kali kamu lakukan? (drama banget ya)
suruh tes DNA (Sinetron mode on). Kalau dia memang tajir dan bisa menjamin kehidupan 7 turunan saya, ya saya mau saja sih.... Asal saya bisa memboyong seluruh keluarga saya ke rumahnya. Saya akan angkat dia sebagai ibu angkat saya saja....haha. tapi kalau dia nyebelin, saya akan buat dia terlihat gila dan memasukannya ke RSJ, haha, dan hartanya sepenuhnya jatuh ke tangan saya (Sinetron macam apa ini?)

10. Apa pendapatmu tentang sinetron Indonesia dan apa hal yg paling kamu suka/tidak suka darinya?
Sudah lama saya tidak menonton sinetron Indonesia. Sinetron terakhir yang saya tonton adalal LIONTIN. semenjak ada sinetron2 lain yang serupa seperti Cincin, gelang, kalung, gengge dsb, saya mulai merasa bosan..... Indonesia kurang berani menampilkan sesuatu yg berbeda, semuanya cenderung stereotype. Tema mana yang sedang diminati penonton, psti banyak dibikin kembarannya, dan gawatnya, kadang2 ceritanya sangat mirip. Ketika kehabisan ide, para sineas itu malah jiplak karya orang. Ironis.

11. Rumah impian kamu yang kayak gimana ya? (boleh yg konkret maupun abstrak)
Rumah di daerah perkotaan. Tapi berada dilingkungan yang berbeda dari sekitarnya (pasti gak ngerti da...haha...). Intinya rumah itu ada di daerah hijau. halamannya luas, ada kolam ikannya juga. Kalau bisa sih, kalau ke pasar tinggal buka kulkas, masuk, eh tiba2 kita dah berada di pasar modern yg bersih, kalau mau ke rumah sakit juga tinggal buka gerbang dan depannya sudah terhubung ke ruang ICU, kalau mau ke Mall ya tinggal buka garasi langsung sampai di parkiran Mall, Kalau hendak mengunjungi pacar, tinggal jalan lima langkah... Pacarku memang dekat, lima langkah dari rumah...haha

Sudah ya prit....saya capek, bayak masalah lain yang harus segera saya tuntaskan....Cukup sudah kau membebaniku...haha. But anyway Thanks...

Read more >>

Selasa, 10 Januari 2012

BACK TO WORK

Hari pertama di sekolah setelah hibernasi (alias libur) yang sangat panjang. Kembali menghirup udara di dalam ruangan bersama kurang lebih 35 siswa dan bersenda gurau bersama mereka. Amazing…


Ada istilah ya, sewaktu saya masih di bangku sekolah (pernyataan ini membuat saya merasa tua), setelah libur panjang sekolah, tangan ini serasa sulit untuk digunakan menulis lagi. Tangan serasa kaku memandu pulpen untuk menuliskan huruf-huruf di atas kertas. Dan itu terjadi pada saya, sebagai seseorang dengan status yang bukan siswa lagi….haha… Papan tulis terasa sangat licin bagi saya. Saya merasa kesulitan menulis kata-kata dengan indah (lawong biasanya tulisan saya tidak terlalu indah ya?). bisa dibayangkan sejelek apa….

Kelas pertama di semester ini adalah kelas VIII Bilingual dengan materi Vibrations and Waves. Just introduce the basic concepts of that topic; frequency, Period, Amplitude. Just doing some simple demonstrations using simple “bob” pendulum. Cukup lancar dan menyenangkan. Tapi saya benar-benar merasa kesulitan untuk menulis. kembali berantakan (biasanya gak berantakan-berantakan amat sih menurut saya). Hari ini saya hanya kebagian dua kelas sih; alasan yang membuat saya agak sedikit kurang suka dengan jadwal di hari rabu. Satu kelas lagi berada di akhir jam pelajaran. Jam ke-8. Lama…… untung saya punya blog, saya bisa blogging. Yes Yes Yes….If U Wanna Say…(#Loh kok)

But anyway I Love Teaching so much, no matter what’s day today…..
Read more >>

Minggu, 08 Januari 2012

I MISS YOU

“Hallo…. Apa kabar kamu hari ini?”
Itu kalimat sms yang saya kirim ke HP nya pagi tadi. Saya tidak mengharapkan sms itu ia balas. Saya tahu keadaan dia saat ini. Sibuk bergelut dengan tantangan barunya. Level baru dalam kehidupannya. Saya berusaha untuk menjadi orang simpel dan berusaha menerima. Meskipun sulit, tapi saya akan coba jalani.

Duduk sendiri sembari membaca buku elektronik. Sesekali memicingkan mata. Tanda bahwa saya kurang mengerti apa yang dijelaskan buku tersebut. Ilmu saya masih dangkal ternyata. Masih banyak yang kurang saya pahami. Kemana saja saya selama ini?

Tekanan membuat saya seperti ini. Memang gaya yang kamu berikan tidak terlalu besar, cenderung wajar. Tapi entah kenapa, rasanya saya sangat tertekan. Mungkin karena hati saya tak cukup luas untuk menahannya. Tak ada distribusi yang luas. Semuanya terpusat di satu titik. Rindu, dan itu sangat membebani.

Sengaja saya buka jendela kamar agar udara segar masuk dan asap rokok yang bertahan dan menempel di dinding, sofa, dan karpet ini keluar. Setidaknya itu akan mengurangi rasa rindu saya terhadapnya. Tahukah kalian? Saya merasa rapuh sekarang. Wanita super rapuh yang sangat merindukan belahan jiwanya.

***

“Apakah kamu siap LDR an?” Tanya sang pria di ujung telpon
“Siap” jawab si wanita di ujung telpon lainnya
“Tapi kenapa kamu menangis kaya gini? Baru beberapa jam kita berpisah? “
“gak tahu kenapa, saya hanya ingin menangis. Saya tiba-tba mengingat hal-hal manis yang pernah kita lewati berdua” jawab si wanita sambil terbata. Terdengar ia menyeka hidungnya beberapa kali.
“kamu sendiri bagaimana? apakah kamu siap dengan LDR an?” Tanya balik sang wanita. Masih, sambil terisak.
“Saya belum siap” jawab tegas sang pria.
“Bulan kemarin saja saat kamu harus pergi ke Bali untuk kerja lapangan, saya merasa sangat kehilangan. Saya terus memandangi motor dengan tatapan kosong. Saya harap ada sms masuk dan itu dari kamu. saya harap kmu bilang bahwa kamu minta saya jemput di kosan mu. Dan saat itu saya pasti akan segera meluncur dengan motor saya. Tapi saat itu kamu jauh. Saya benar-benar tidak berdaya.” Jelas sang lelaki panjang lebar.

Susana hening. Tak terdengar ada percakapan lagi diantara mereka. Yang ada hanyalah suara isak yang tak tertahankan. Terlihat pula bulir air mata mulai jatuh di sudut mata sang pria.
“Kamu jangan nangis. Kamu harus jadi wanita kuat!” nasihat sang pria sambil berusaha untuk meyekat air matanya yang tak bisa ia tahan.

***

Saya menutup jendela electronic book yang saya baca. Tak ada konsentrasi yang sejak pagi saya harapkan. Semuanya tentang dia, tak ada yang lain. Apakah dia serisau saya saat ini?

Saya buka playlist. Sebuah lagu nampaknya jadi lagu favorit saya beberapa hari ini. Lagu yang sengaja dia download seminggu kemarin mampu mengalahkan lagu favorit saya yang sudah bertengger di posisi pertama favorite playlist selama tiga bulan ini. Lagu ini sangat mewakili apa yang saya rasakan. I Miss You nya Beyonce.


I thought that things like this get better with time
But I still need you, why is that?
You're the only image in my mind
So I still see you...around

I miss you, like everyday
Wanna be with you, but you're away
Said I miss you, missing you insane
But if I got with you, could it feel the same



Entah berapa ratus kali saya memutar lagu ini. Hati saya tetap bergetar mendengarnya. Saat ini pun demikian. Kembali saya dendangkan lagu itu, dan pertahanan diri saya kembali hancur. Rapuh.

***

“Selamat makan siang”
Itu kalimat SMS yang saya kirim siang ini. Saya benar-benar tidak mengharapkan dia membalas sms saya. Tapi keyakinan itu berbanding terbalik dengan sikap yang saya tunjukkan. Saya terus memlihat layar HP saya. Saya takut tidak menyadari adanya SMS masuk, terutama SMS dari dia. Apakah ini yang dinamakan orang dengan merindu?

***

“Maaf sayang, sms nya baru saya balas. Saya sibuk hari ini. Ada pengarahan dari supervisor. Skarang lagi makan siang. Di sini orang-orangnya pada autis. I MISS U”
Read more >>

GOES TO SOEKABOEMI

Huhhhhh,,,, Hari ini lumayan melelahkan, tapi tahukah Anda? semuanya terbayarkan oleh pengalaman yang sangat Ruarrrr Biasaaaa (penekanan mode on). Dah tau la yah dari judulnye. Hari ini saya berpetualang ke SUKABUMI…..

Saya pergi kesana bersama satu rombongan mahasiswa S2 SITH ITB yang hendak mengunjungi walimahan (syukuran pernikahan) salah satu rekan mereka. Loh kok? Saya berada di rombongan itu sebagai penyusup. Penyusup yang terdaftar secara resmi sih sebenarnya. Saya ikut rombongan itu untuk menemani “si manis”. Jadi semacam bodyguard lah, haha….

Tadinya saya berpikir perjalanannya akan sangat membosankan, secara mereka anak-anak mahasiswa dan saya tidak mengenal mereka (kecuali “si manis”), tapi ternyata apa yang saya pikirkan salah, mereka sangat hangat. Suasana pun sangat cair. Kami berangkat jam 7 dari ITB menggunakan mini bus, dan kegilaan pun dimulai…. Mulut susah mingkem sepanjang perjalanan… perut serasa terkoyak dan melilit, bukan karena masalah pencernaan, tapi karena masalah kegilaan-kegilaan yang tumbuh dipikiran rombongan….NGAKAK.

Tapi ada satu biang masalah dalam mobil yang kita tumpangi. Masalah yang membuat kita sangat kesal… masalah yang datangnya periodic dan sedikit mengganggu, sangat menyesakkan pernafasan. Biang masalahnya adalah sang “Automatic Freshener”. 4 orang dari kami, termasuk saya, duduk di barisan belakang supir, di dinding mobil baris itu dipasangi sebuah Automatic Freshener. U know lah, dalam jangka waktu tertentu alat tersebut akan menyemprotkan wewangian yang menurut kami konsentrasinya terlalu pekat hingga setiap kali alat itu menyemprot kami harus menutup hidung (Kalau terlalu wangi juga akhirnya jadi enek).

Perjalanan terasa singkat (padahal memakan waktu sekitar 3 jam). Pada saat kami datang ke tempat walimahan, ternyata pengantinya baru selesai akad. Acara selanjutnya adalah upacara adat. Upacara khas sunda gituh. U know lah, acaranya diisi dengan sungkeman ke orang tua kedua mempelai, wewejang dari kedua orang tua, saweran, suap-suapan tumpeng dan saling tarik menarik bakakak ayam, rame we pokokna mah… setelah itu, akhirnya sampailah ke acara inti dari suatu pernikahan (loh, bukanya acara intinya itu akad nikah ya? Kan sudah?)…..eit, bukan itu… bagi kami para tamu (saya maksudnya), acara intinya adalah MAKAN… Wah, ternyata masakan Sukabumi lumayan enakkkkk…cukup untuk membuat perut saya berhenti menagih makanan enak hari itu.



Di acara itu, selain kami dimanjakan dengan hidangannya seperti, es krim, manisan mangga, pudding, buah-buahan,empek-empek (bagaimanpun cara menulisnya, dan bakso (jenis makanan yang sangat saya inginkan, tapi tak sempat saya cicipi), kami juga disuguhi penampilan dari artis2 lokal (sebut saja namanya aldi aldiano dan neneng cangkurileum). Suara-suara artis lokal sukabumi juga lumayan enak untuk sekelas penyanyi kondangan,,,,mayan.

Jam 12, setelah kami berfoto dengan kedua mempelai, kami pun bergegas meninggalkan walimahan tersebut. Eits….. tapi perjalanan gak sampai disana saja, kami pergi ke salah satu objek wisata terkenal di Sukabumi, namanya SELABINTANA (sekilas terdengar seperti nama penyanyi dangdut atau warung remang-remang, entah atas dasar apa saya berpikir demikian). Penduduk sekitar menyebutnya sebagai botanical gardennya Sukabumi. Otomatis ekspektasi saya terhadap tempat itu sangat besar. saya kira saya akan berkunjung ke tempat selevel Kebun Raya Bogor, atau minimal sama seperti Taman Mekarsari. Tapi ternyata…..eng ing eng (Tak mau berkomentar banyak, lihat saja hasil jepretannya).


Sometimes, what people said isn’t same with what we'll get……but Anyway, secara keseluruhaan, kunjungan ke tempat itu sangat memberikan kesan menyenangkan. Kenapa? Karena saya ada diantara orang-orang menyenagkan dan tentunya bersama “si manis”.

“Seberapa baik kualitas sesuatu hal yang kamu alami bukan hanya ditentukan oleh tempat, fasilitas pendukung, atau hal materil lainnya saja, tapi juga seberapa menyenangkannya orang-orang yang berada di sekitar kamu”


Kurang lebih 30 menit kami berada di SELABINTANA untuk sekear ibadah dan berfoto ria. Jam 2 kami cabut dari tempat itu. Di perjalanan pulang, kami sempat berhenti di sentra penjualan kue Mochi LAMPION khas Sukabumi. Entah ada apa dengan mochi tersebut, untuk membeli mochi tersebut, kita harus dapat nomor antrian dan menunggu nomor kita dipanggil. Mau tahu lamanya? Lumayan lama… saya jadi berpikir, untuk beli saja sangat susah, apalagi minta….makanya jangan jadi peminta-minta,,,haha, asal jeprut…..


Jam 3 kami melanjutkan perjalanan pulang ke kota Bandung tercinta. Saya kira perjalanan pulang akan lebih redup suasananya. Dimungkinkan karena orang sudah capek dan lemas untuk sekedar bercanda. Ternyata saya salah besar. perjalanan pulang lebih heboh dari keberangkatan….mereka tak henti-hentinya bercanda. Terlebih saat kami berkaraoke bersama di mobil dengan lagu-lagu antah berantahnya WALI, beberapa penyanyi dangdut bareto (ikeu nurjanah, evie tamala, rana rani, dkk), dan juga opa Broery Marantika….kami terpaksa menyanyikan lagu itu karena tidak ada pilihan lagu lain…Ironis, masa muda kita dihabiskan untuk menyanyikan lagu-lagu itu…hahaha. Tapi selama perjalanan pun sang biang masalah tetap asyik dengan masalah yang ditimbulkannya.....Bau leneng....

Jam 6 kami sampai di bandung dalam keadaan sehat walafiat. Saya dan “si manis” turun di terusan Pasteur… dan hari pun berakhir menggembirakan….saatnya tidur kawannnnnnn, makasih atas hari ini Tuhannnnn…..
Read more >>

Sabtu, 07 Januari 2012

4 DIALOG


DIALOG 1
“bener ya kata orang tua dulu, kadang cinta itu membuat kita malas makan” kata seorang wanita sembari melemparkan senyum manis kepada pria yang duduk di depannya.
“bagus dong, itu kan yang kamu mau” jawab si pria santai
“iya sih, tapi bukan gini juga caranya, hahaha” jawab wanita itu renyah sambil membenarkan kuncir rambutnya
“tapi ya sudahlah, mudah-mudahan ini jadi pelajaran berharga buat kita berdua. Apapun yang sudah kita lewati tidak sia-sia kan?”
“lumayan buang waktu sih sebenarnya, haha”
“maaf”
“loh ko minta maaf sih? Kita kan menjalaninya berdua. Kita hanya sama-sama tidak cepat menyadarinya. Terlalu teoritis dalam menjalani hubungan. Tanpa tahu benar aplikasinya bagaimana”
“setuju”
“baru kali ini kamu bilang setuju"
"ya karna sekarang saya sudah bukan pacar kamu yang egois dan keras kepala lagi. Saya akan lebih terbuka sebagai teman. Apapun yang dikatakan teman akan lebih saya hargai”
“sedih….”


DIALOG 2
“saya nunggu kamu dari tadi”
“maaf, tadi saya harus beresin dulu tugas di kantor”
“harusnya kamu bilang dari awal kalau kamu mau terlambat, jadi saya tidak perlu buang waktu untuk nunggu kamu di sini”
“ya saya gak tau kalau bos bakal nyuruh saya menyelesaikan tugas hari ini juga”
“dua jam yang lalu pun kamu belum tahu?”
“sudah tapi….”
“tapi kamu senang buat saya menunggu dan bertanya-tanya kan? Kamu cukup berhasil membuat saya seperti itu”
“sudah ah saya pusing”
Keduanya tiba-tiba terdiam. sang laki-laki kemudian berjalan menuju motor yang diparkir diikuti lagkah pelan sang pacar.
“kita mau pergi kemana”
“saya antar kamu pulang ya?”
“loh, kita kan mau jalan?”
“katanya kamu lagi pusing?”
sang pacar tidak menjawab pertanyaan lelaki itu. Dia hanya diam dan memalingkan pandanganya ke jalan raya.
“ayo cepat, tugas saya banyak malam ini. Dan saya sudah membuang waktu terlalu banyak malam ini”
Sang laki-laki merasakan cengkraman tangan di kedua sisi pinggangnya dan ia pun langsung melajukan motornya dengan kencang..


DIALOG 3
“yang itu bagus menurut saya”
“yang mana?”
“itu yang paling kiri, tapi harganya lumayan sih”
“saya sih gak peduli harganya, yang penting saya suka. Warnanya saya gak suka, modelnya juga, terlalu cewek”
“oh, kalau gitu kamu salah masuk toko, ini kan toko tas cewek, haha”
Sang wanita terlihat tak memperdulikan apa yang pacarnya katakan
“yang ini gimana?” Sang wanita menunjukkan tas yang ia pilih
“boleh jujur?”
“iya…”
“menurut saya sih itu terlalu tua”
“tapi saya suka modelnya. Simpel tapi banyak fungsinya. Kita bisa taruh laptop disini, gadget disini, space buat bukunya juga banyak”
“ya sudah kalau kamu suka ya beli saja, lagian harganya lumayan murah”
“sudah saya bilang, bukan masalah harga mas, tapi kualitas dan fungsi”
“ya sudah, beli saja”
“tujuan saya minta ditemani mas, supaya saya dapat masukan”
“loh, tadi kan saya sudah ngasih kamu masukan, tapi kan kamu tidak suka. Wajar dong kalau orang punya selera yang berbeda”
“ya sudahlah, saya beli yang ini saja”


DIALOG 4
“makasih ya mba” sang pria terlihat mengakhiri sebuah transaksi di loket administrasi rumah sakit.
“sudah beres semuanya?”
“sudah yank, ayo kita pulang”
“kok aneh ya, gak ada sedikit pun bantuan kesehatan dari kantor kamu?”
“aku kan baru kerja 4 bulan yank, jaminan kesehatan baru aku dapatkan setelah bekerja 1 tahun”
“padahal di tempat kerja aku. yang bekerja baru 3 bulan pun sudah bisa dapetin jaminan kesehatan. Lagian kamu kecelakaan di tempat kerja dan sedang bekerja. Minimal mereka harusnya lebih peduli terhadap keselamatan karyawanya. Jangan membiarkan terus kamar mandinya gak terawat. Kemarin saja pas aku ambil laptop kamu di kantor kamu, aku lihat toiletnya masih kotor dan becek. Kan bahaya. Di kantor aku ya, kebersihat toilet itu nomor satu”
“kalau di kator aku sih, kepercayaan konsumen nomor satu, hehe”
“lucu…”
“kok gak ketawa? “ sang pria melemparkan senyum ke wanita yang sedang duduk disampingnya.
“Kemarin pas lihat menu makan siang kamu, lumayan tidak menarik perhatian ya”
“oh iya? Yang aku tahu makanan rumah sakit memang begitu kan?”
“waktu aku dirawat, menunya lumayan enak dan mengundang selera. Atau mungkin karena aku dirawat di ruang VVIP kali ya?”
“iya kali” Jawab pria cuek sambil mengenakan jaket tebalnya
“keluarga kamu kapan ke Jakarta?”
“Emh, gak tau…bunda bilang sih hari minggu besok mau datang, itupun sendiri. Ayah lagi sibuk”
“oh…..mamah mau datang besok, yank”
“oh gitu…”
“kemarin kata mamah, telepon mamah gak diangkat sama kamu”
“oh iya? Mungkin aku lagi ke toilet kali”
“sampe tiga kali coba hubungi kamu, tetap gak diangkat”
“aku pun kurang tahu keberadaan hp sy sampai sekarang, haha”
“tuh aku simpan di tas kamu”
“pantas saja aku gak tahu kalau mamah kamu telpon”
“lawong aku taruh hp nya barusan”
Read more >>

Jumat, 06 Januari 2012

D I A L O G

A: “Bulannya bulat sempurna…indah”
B: “Adakah hal lain yang bisa kita bicarakan?”
A: “Kamu gak romantis. Kamu tidak mengerti apa yang aku rasakan saat ini”
B: “Aku merasakannya. Kenapa sih kamu selalu meragukan kepekaan hatiku”
A: “Aku malah bingung, apakah kamu punya hati atau tidak”
B: “Keterlaluan….Kalau aku gak punya hati, aku gak akan berada di samping kamu satu tahun terakhir ini. Jangan suka berapriori cantik”
A: “Aku sedang sedih ganteng. Kamu ngerti gak yang aku rasain saat ini?”
B: “Sudah aku bilang cantik, aku sangat mengerti. Tapi apa yang harus aku lakukan. Aku gak berkuasa untuk memperlambat waktu. Menyuruh bumi untuk berhenti berotasi itu hal yang mustahil”
A: “Aku gak seharusnya seperti ini. Kamu sangat tahu aku kan?”
B: “Wanita tegar dan keras kepala. Tak pernah menangis untuk hal yang tak perlu ditangisi”
A: “Dan mungkin saat ini aku sedang menghadapi sesuatu yang layak untuk aku tangisi"
B: “Andai kamu tahu, akupun sama sedihnya seperti yang kamu rasakan. Tapi aku tidak seekspresif kamu. Saya orangnya logis. Ini bukan malam terakhir kita, masih ada ribuan malam yang akan kita lewati bersama”
A: “Ya memang terkadang otakku kurang berfungsi baik untuk hal semacam ini. Hatiku lebih dominan”

Senyap. Mereka pandangi langit dalam kesenyapan.


A: “Tahun lalu kamu ajak aku kesini. Tempat ini jadi saksi apa yang akan kita jalani”
B: “Ya, aku tak salah memilihmu. Wanita yang punya seribu perbedaan denganku”
A: “Biasanya orang mencari pasangan yang mempunyai banyak persamaan dengan dia”
B: “Aku bukan orang lain”
A: “Aku wanita rapi, kamu jorok”
B: “Aku tepat waktu, kamu lelet”
A: “Aku suka teh, kamu suka kopi”
B: “Aku suka rokok, kamu cinta kesehatan”
A: “Ya….Lebih indah terdengar”
B: “Betulkan?”
A: “Betul, saya sadar, tapi aneh ya”
B: “Cinta itu seperti rubrik. Permainan rubrik gak akan ada kalau semua kotak mempunyai warna yang sama. Begitu pun cinta, lebih asyik kalau banyak perbedaan. Tugas kita adalah mencari harmonisasinya. Suatu saat nanti, kalau kita benar dalam memainkannya, rubrik kita akan selesai bukan? Kita akan menemukan persamaan-persamaan, tapi tetap dalam haromisasi perbedaan”
A: “Ya, aku merasa terlengkapi sama kamu”
B: “Aku juga”
A: “Kamu tahu kan pribadi aku seperti apa. Teman pun aku gak punya. Hidup aku sepi. Tapi setelah ketemu kamu, aku jadi tahu bahwa hidup bersama itu sangat indah. Karena kamu menerima aku apa adanya, aku pun belajar untuk menerima kamu apa adanya. Hal yang tak pernah aku lakukan kepada orang lain”
B: “Terima kasih sudah mau terima saya”
A: “Ganteng, boleh saya menangis?”
B: “Tentu”

Wanita itu menangis terisak di bahu pacarnya.

B: “Aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Aku akan tetap ada di hati kamu. sangat dekat. Asalkan kamu bisa menjaga hatimu untukku”
A: “Baik, aku akan berusaha semampu aku untuk menjaganya”
B: “I love u”
A: “I Love U too”
Read more >>

Aku Minta [1] Detik Untuknya

Setiap detik ia mengisi volume alveolusku dengan harap dan lafal doanya
Lafal doa yang membuatku bisa membaca dunia
Dunia yang telah lama hilang dari hidupnya
Hidupnya ia dedikasikan untuk seorang anak
Anak yang ia banggakan dan ia cinta
Cinta yang telah membuatnya abadi
Abadi sebagai sejarah…


Pagi ini aku kembali menatap wajahnya seperti biasa. Wajah terindah yang pernah Tuhan ciptakan di dunia ini. Ia tersenyam padaku dengan manisnya, membuat niatku untuk kembali ke alam mimpi hilang dalam seketika. Aku lebih baik hidup di alam nyata jika semuanya tersaji seperti ini, sangat indah.

“Selamat pagi, bu” Aku menyapanya dengan sedikit teriak. Ibuku membalasnya dengan senyuman yang sangat manis. Setidaknya itu akan membuatku lebih semangat dalam menjalani hari ini. Hari yang sebenarnya tidak aku harapkan akan datang secepat ini. Hari ini aku ujian sidang untuk gelar sarjanaku. Gelar sarjana yang membuat ibuku terobsesi. Gelar yang harus anaknya dapatkan karena dulu ia kurang berhasil dalam mendapatkannya. Gelar yang harus aku dapatkan juga, karena inilah mimpiku, mimpi yang akan segera terwujud untuk membuat dia lebih berarti.

Dia memang berarti dalam hidupku. Setiap kata dan nasihat baiknya selalu terngiang di telingaku. Perkataanya mengarahkan setiap langkahku. Bahkan untuk hal-hal kecil yang harus ku lakukan di kamar mandi, seperti sebelum mandi aku harus pastikan air di bak penuh dan kamar mandi harus dalam keadaan bersih. Sampai sekarang nasihat itu seakan menjadi inspirasi kebiasaanku saat ini, meskipun untuk hal yang kedua, aku tidak melakukannya setiap kali aku berada di kamar mandi, tapi aku melakukannya secara rutin.

“Sikap kita terhadap sesuatu, sekecil apa pun itu, akan membentuk karakter kita. Dan karakter yang kita miliki akan menggambarkan siapa kita sebenarnya. Kamu mau dianggap orang lain sebagai orang jorok atau bahkan kotor dalam hal berperilaku karena kamu punya karakter yang berkembang dari sikap kamu yang tidak peduli kebersihan?” Jelasnya lembut di suatu pagi yang tak akan pernah aku lupa, sampai saat ini.

“Ibu suka berlebihan. Aku cuma lupa buang kertas tisu saja, bu” Aku mencoba membela dengan santai sambil memungut tisu di lantai kamar mandi.

“Hal itulah yang menjadi penyebab kenapa kamu menjadi seperti ini sekarang” Ibu masih berkata dengan nada yang lembut namun kini dengan sedikit penekanan. “Menjadi apa, bu?” Aku bertanya dengan dahi yang berkerut dan mata yang agak dipicingkan.

“Menjadi cowok yang membiarkan pacarnya telpon dan sms berkali-kali tapi tidak ditanggapi” Aku sangat kaget saat ibu mengatakan hal itu. “Dari mana ibu tahu hal itu? terus, apa hubungannya dengan tisu ini?” Aku bertanya sendiri dalam hatiku.

“Membiarkan ceweknya seperti tisu itu dan meninggalkannya begitu saja tanpa kepastian. Itu bukan sikap lelaki bersih. Lelaki bersih itu tidak mungkin memberikan teman spesialnya suatu hal yang menggantung, ia pasti memberi kepastian. Kalau memang sudah tidak terpakai, ya buang saja ke tempat sampah. Gak dibiarin di lantai gitu. Ibu juga wanita loh, Dam” Ia menjelaskan apa yang aku pertanyakan dalam hatiku saat itu dengan suara khasnya yang mengalun. Bak seorang peramal yang tahu apa yang klienya pikirkan. Itulah sosoknya. Sosok yang paling tahu segala hal. Segala hal yang ia dapatkan dari hidupnya. Dulu dia selalu berkata bahwa dia lebih tahu tentang segala sesuatu daripada aku. Alasanya karena dia hidup lebih lama daripada aku. Alasan yang membuatku ingin marah kepadanya saat ini.

***

“Aku makan duluan ya, bu” Aku menyapa ibuku yang sedang berdiri di samping meja makan. Dia menjawabnya hanya dengan senyuman manis. Meskipun hanya dengan senyuman, setidaknya senyuman itu cukup meningkatkan selera makanku pagi ini. Selera yang sempat hilang selama berbulan-bulan. Rentetan bulan yang membuatku terjatuh pada keadaan yang paling rendah. Hingga akhirnya senberkas cahaya berhasil membuatku berpikir dua kali untuk mengakhiri semuanya dan membuatku berkeyakinan kuat untuk melanjutkan semuanya itu. Berkas cahaya itu adalah harapan ibuku.

Aku potong roti bakar dihadapanku menjadi dadu-dadu kecil hingga siap untuk dimakan. Itu yang selalu ibu lakukan pada roti yang hendak dimakannya.


“Kalau roti ini kamu sudah potong-potong, kamu bisa menyimpan pisau kamu. Terus kamu bisa menggunakan tangan kanan untuk memegang garpu kamu, Dam. Ingat Adam, setiap masalah yang kamu hadapi harus kamu lakukan dengan fokus dan terselesaikan. Terkadang masalah baru muncul pada waktu yang kurang kita harapkan. Masalah yang satu belum kelar, nanti masalah baru muncul” Aku menatap matanya dengan perasaan yang sangat terpukau. Perasaan kagum yang sangat sulit untuk digambarkan sampai saat ini.

Aku habiskan potongan dadu roti itu dengan pikiranku yang melayang. Melayang memikirkan hal yang sudah lama pergi. Hal yang menyisakan kesedihan abadi sekaligus semangat untuk mengalahkannya. Semangat yang hidup sebagai jiwa yang tersisa.

Aku ingat saat aku masih SMP. Saat itu aku harus Ujian Nasional. Sementara beberapa minggu di semester itu aku lewati di ranjang rumah sakit karena terserang tifus. Aku sempat putus asa dan punya pikiran untuk menunda ujian itu di tahun berikutnya. Di meja makan ini aku menangis tersedu-sedu sambil berkata pada ibuku bahwa aku benar-benar tidak siap untuk ujian hari itu.

“Ibu mengerti apa yang kamu rasakan, Adam. Tapi apa kamu rela memutuskan untuk meninggalkan masalah yang sebenarnya belum benar-benar kamu hadapi? Kamu belum tahu kan seberat apa ujian itu? Kalau kamu punya sikap mudah menyerah seperti ini, berarti kamu tidak siap menghadapi hidupmu yang masih panjang. Keberanian dalam menghadapi sesuatu adalah modal awal yang besar untuk kamu menyelesaikan suatu masalah, sisanya pengetahuan, kemampuan, dan sedikit keberuntungan” Ia menjelaskan hal itu dengan suaranya yang mengalun sambil memijit-mijit bahuku dari belakang. Saat itu semua perkataannya membuat pikiranku berubah 180o. Ia berhasil membuatku berani dalam menghadapi suatu masalah. Sebesar atau sekecil apapun masalah itu. Terbukti saat itu aku berhasil lulus dari bangku SMP. Meskipun dengan hasil yang kurang memuaskan.

“Coba kalau kamu tidak ikut ujian. Kamu harus menunggu satu tahun lagi untuk masuk SMA. Ya, meskipun nilai kamu tidak terlalu bagus, tapi setidaknya itu membuktikan bahwa kunci sukses itu tidak hanya keberanian, tapi juga pengetahuan, kemampuan, dan keberuntungan. Lain kali, jadilah orang yang lebih berani, berpengetahuan, berkemampuan, dan mudah-mudahan lebih beruntung” Saat itu ia memelukku dengan erat. Pelukan yang selalu ia berikan saat ia merasa dirinya senang dan dibutuhkan. Pelukan yang sampai saat ini membekas. Membuatku selalu rindu untuk selalu merasakannya.

***

Aku menatap diriku di kaca koridor tempatku menunngu giliran masuk ruangan sidang. Aku seperti melihat ada sosok ibuku di pantulan kaca itu. Ia seakan tersenyum padaku dan berusaha untuk mengatakan bahwa aku harus semangat menghadapi sidang ini. Aku tahu itu. Aku tahu karena pengalaman hidupku bersamanya. Pengalaman hidup yang tidak pernah akan aku lupakan. Sosok malaikat yang sempat Tuhan perintahkan untuk menjadi pelindungku di dunia. Meskipun untuk jangka waktu yang menurutku terlalu singkat. Ibu.

“Hai Adam” Sosok wanita tiba-tiba menyapaku sambil menepuk bahuku. Kemudian ia duduk di sampingku. “Waktu memang cepat berlalu ya. Dia pergi tanpa tahu apakah kita siap untuk berlanjut ke detik berikutnya. Tapi jangan bilang kamu belum siap disidang ya. Atau jangan-jangan kamu belum mandi ya saking tidak siapnya? Haha…” Wanita itu tertawa dengan sangat renyahnya sambil membetulkan rambutku yang sepertinya memang acak-acakan karena tadi mungkin lupa disisir.

“Terima kasih ya” Aku menghargai perhatian yang telah ia berikan kepadaku. “Any time” ia menjawabnya dengan sangat ringan sambil mencari sesuatu di tas jinjingnya.

“Ini tadi titipan dari mama, Dam. Katanya sih batu keberuntungan gitu. Tapi jangan percaya seratus persen sih. Aku juga gak percaya sama hal klenik seperti itu. tapi mama maksa buat aku berikan ini untuk kamu. Terima ya! Anggap saja jadi penambah semangat kamu. Ini tandanya kamu diterima sama orang tua aku, hehe” Dia tersenyum sambil memberikan batu itu ke genggaman tanganku.

“Terima kasih, Dira. Ibu pernah berkata kalau kunci keberhasilan dalam menyelesaikan masalah itu ada empat. Keberanian, pengetahuan, kemampuan, dan keberuntungan. Mungkin aku butuh ini untuk menambah keberuntunganku” Aku masukkan batu itu ke saku celanaku.

“Ibumu pasti senang ya saat ini, Dam” Dira mengatakannya sambil kembali memegang tanganku. “Iya, Dir. Tadi aku juga sempat melihatnya tersenyum disana” Aku mengatakannya sambil kembali menatap kaca di depanku. “Ih jangan mulai deh…” Dira menghentakkan genggamannya.

“Andai jarak dunia dan surga dekat. Aku pasti merelakan satu detik aku untuk sesaat melepaskan nyawaku hanya untuk menyentuh tangannya seperti ini, Dir” Aku kembali menggenggam tangan Dira.

“Tapi kenyataanya jaraknya sangat jauh, Adam. Tanpa kamu berhayal untuk mati suri sedetik saja pun, aku yakin ibu kamu selalu medukung dan mendoakan semua kebaikan untuk kamu” Dira mencoba menguatkan perasaanku yang tiba-tiba kembali mengingatnya.

“Kok nangis? Dam, orang yang berani itu gak mudah nangis. Tangisan membuat kamu terkesan rapuh. Buktikan dong sama ibu kamu kalau kamu bisa jadi orang yang lebih berani, meskipun dia tidak ada di samping kamu lagi. Biar nanti di surga kamu sesekali bisa menolak nasihat dari ibu kamu dengan alasan kamu hidup lebih lama dan mengalami banyak hal, iya kan?”

“Mudah-mudahan saja, Dir. Mudah-mudahan aku tidak cepat mati karena harus setiap hari serumah dengan kamu?” celetukku sambil mencubit punggung tangannya. “Serumah tiap hari? Maksud kamu? Jadi suami istri?” tanya Dira.

“Ya, bukan sebagai istri sih, tapi jadi pembantu tepatnya. Haha” Kita berdua terbahak-bahak saat itu hingga lamanya menunggu tidak membuatku bosan. Sampai temanku keluar dari ruang sidang dan menyuruhku untuk masuk.

Saat ini tiba-tiba jantungku berdetak sangat keras. Kakiku lemas dan sulit untuk berdiri dari posisi dudukku. Kemudian aku segera mencari sesuatu dari tasku. Aku pandang benda itu. Benda yang selalu menemaniku kapan pun dan dimana pun. Saat aku mulai membuka mata, makan, menyetir mobil, membaca buku, sampai aku kembali tidur. Benda itu adalah sebuah figura yang berisi foto ibuku. Foto yang selalu memberiku senyuman khasnya. Senyuman yang selalu membuatku rindu untuk melihatnya. Saat ini.

***

“Adam, ibu tahu apa yang kamu rasakan saat ini. Langkah pertama memang hal yang paling sulit untuk dilakukan. Tapi cobalah, kamu akan segera tahu apa yang akan terjadi jika kamu berani melangkah saat ini. Wujudkan mimpimu dan mimpiku, nak. Berpestalah dengan tantangan-tantangan yang muncul dalam hidupmu. Buatlah aku senang, agar ibu ikhlas dengan apapun yang akan terjadi” Ia mengucapkannya sambil sedikit membuka alat bantu nafasnya. Saat itu aku berani untuk berdiri dari dudukku yang lemas. Berlari untuk mengejar mimpiku untuk mengikuti ujian masuk universitas dan meninggalkan ibuku yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit. Saat aku menutup pintu kamarnya, ia lemparkan senyumnya padaku. Senyum yang ia berikan padaku untuk terakhir kalinya.

Sejarah itu membuatku tersadar
Tersadar untuk selalu membuatnya tersenyum
Tersenyum untuk semua hal yang telah berhasil menjadi indah
Indah dan tak mungkin terlupa
Tak terlupa karena ia berjasa
Berjasa karena telah membuatku hidup bahagia
Terima Kasih Ibu…
Maaf jika gambaranmu tak sempurna
Hakikatnya pujangga pun tak mampu menjelaskannya.
Read more >>