Ini bukan tulisan kesedihan
Ini hanyalah coretan tangis pada selembar kertas rindu
Menapaki jejak kaki yang terbasuh hujan
Membuatku tahu, bahwa engkau telah lama pergi dan melupakan
rantaumu
Aku ingin berteduh di bawah hujan dari panasnya terik yang
mengakar
Berkidung riang dalam melodi yang tak tentu
Mengejar bayangan yang nyatanya tak pernah ada di malam buta
Aku terdiam dalam heningnya angin yang kaku
Seakan meminta dengan wajah dingin yang aku lukiskan
“Aku inginkan cintamu
kembali
Di sini…
Tepat di tempat yang
pernah kau teduhi
Hati…”
Dengan gemetar aku tulis elegi ini
Hanya untuk mendamaikan beriak yang sedari tadi membahana
Saat daun tak mampu menahan beban air hujan yang tak henti
menerpa
Gugur...
Gugur...
Percayalah… Aku takkan lagi mendambamu
Takkan seperti kilat yang mendamba gemuruh petir
Takkan menjadi sebuah titik yang setia menunggu di akhir
sebuah kalimat panjang
Lebih baik diam
Tak ada rindu
Berdiri di pinggir danau, tempat dimana kau menyatakan mimpi
Aku berteduh di bawah payung dan memandang keruhnya riak air
Membuatku mengerti bahwa masa lalu itu pasti akan terhapus hujan
Dan pada akhirnya kau akan rindukan keberadaannya saat reda tiba
Saat dimana jejak itu hilang, lenyap.

sweet...
BalasHapuslagu setia memang cocok mengiringi puisi ini
BalasHapusya...setia...
BalasHapus*jaga hati, jaga pikiran, jaga diri...
uhun
BalasHapussetia untuk dia
BalasHapussetia untuk mu
BalasHapussetia am cpa?
Hapushemmmmmmm
HapusMantapppp.....jikustik banget setia hahahaha.....
BalasHapus