Huhhhhh,,,, Hari ini lumayan melelahkan, tapi tahukah Anda? semuanya terbayarkan oleh pengalaman yang sangat Ruarrrr Biasaaaa (penekanan mode on). Dah tau la yah dari judulnye. Hari ini saya berpetualang ke SUKABUMI…..
Saya pergi kesana bersama satu rombongan mahasiswa S2 SITH ITB yang hendak mengunjungi walimahan (syukuran pernikahan) salah satu rekan mereka. Loh kok? Saya berada di rombongan itu sebagai penyusup. Penyusup yang terdaftar secara resmi sih sebenarnya. Saya ikut rombongan itu untuk menemani “si manis”. Jadi semacam bodyguard lah, haha….
Tadinya saya berpikir perjalanannya akan sangat membosankan, secara mereka anak-anak mahasiswa dan saya tidak mengenal mereka (kecuali “si manis”), tapi ternyata apa yang saya pikirkan salah, mereka sangat hangat. Suasana pun sangat cair. Kami berangkat jam 7 dari ITB menggunakan mini bus, dan kegilaan pun dimulai…. Mulut susah mingkem sepanjang perjalanan… perut serasa terkoyak dan melilit, bukan karena masalah pencernaan, tapi karena masalah kegilaan-kegilaan yang tumbuh dipikiran rombongan….NGAKAK.
Tapi ada satu biang masalah dalam mobil yang kita tumpangi. Masalah yang membuat kita sangat kesal… masalah yang datangnya periodic dan sedikit mengganggu, sangat menyesakkan pernafasan. Biang masalahnya adalah sang “Automatic Freshener”. 4 orang dari kami, termasuk saya, duduk di barisan belakang supir, di dinding mobil baris itu dipasangi sebuah Automatic Freshener. U know lah, dalam jangka waktu tertentu alat tersebut akan menyemprotkan wewangian yang menurut kami konsentrasinya terlalu pekat hingga setiap kali alat itu menyemprot kami harus menutup hidung (Kalau terlalu wangi juga akhirnya jadi enek).
Perjalanan terasa singkat (padahal memakan waktu sekitar 3 jam). Pada saat kami datang ke tempat walimahan, ternyata pengantinya baru selesai akad. Acara selanjutnya adalah upacara adat. Upacara khas sunda gituh. U know lah, acaranya diisi dengan sungkeman ke orang tua kedua mempelai, wewejang dari kedua orang tua, saweran, suap-suapan tumpeng dan saling tarik menarik bakakak ayam, rame we pokokna mah… setelah itu, akhirnya sampailah ke acara inti dari suatu pernikahan (loh, bukanya acara intinya itu akad nikah ya? Kan sudah?)…..eit, bukan itu… bagi kami para tamu (saya maksudnya), acara intinya adalah MAKAN… Wah, ternyata masakan Sukabumi lumayan enakkkkk…cukup untuk membuat perut saya berhenti menagih makanan enak hari itu.
Di acara itu, selain kami dimanjakan dengan hidangannya seperti, es krim, manisan mangga, pudding, buah-buahan,empek-empek (bagaimanpun cara menulisnya, dan bakso (jenis makanan yang sangat saya inginkan, tapi tak sempat saya cicipi), kami juga disuguhi penampilan dari artis2 lokal (sebut saja namanya aldi aldiano dan neneng cangkurileum). Suara-suara artis lokal sukabumi juga lumayan enak untuk sekelas penyanyi kondangan,,,,mayan.
Jam 12, setelah kami berfoto dengan kedua mempelai, kami pun bergegas meninggalkan walimahan tersebut. Eits….. tapi perjalanan gak sampai disana saja, kami pergi ke salah satu objek wisata terkenal di Sukabumi, namanya SELABINTANA (sekilas terdengar seperti nama penyanyi dangdut atau warung remang-remang, entah atas dasar apa saya berpikir demikian). Penduduk sekitar menyebutnya sebagai botanical gardennya Sukabumi. Otomatis ekspektasi saya terhadap tempat itu sangat besar. saya kira saya akan berkunjung ke tempat selevel Kebun Raya Bogor, atau minimal sama seperti Taman Mekarsari. Tapi ternyata…..eng ing eng (Tak mau berkomentar banyak, lihat saja hasil jepretannya).
Sometimes, what people said isn’t same with what we'll get……but Anyway, secara keseluruhaan, kunjungan ke tempat itu sangat memberikan kesan menyenangkan. Kenapa? Karena saya ada diantara orang-orang menyenagkan dan tentunya bersama “si manis”.
“Seberapa baik kualitas sesuatu hal yang kamu alami bukan hanya ditentukan oleh tempat, fasilitas pendukung, atau hal materil lainnya saja, tapi juga seberapa menyenangkannya orang-orang yang berada di sekitar kamu”
Kurang lebih 30 menit kami berada di SELABINTANA untuk sekear ibadah dan berfoto ria. Jam 2 kami cabut dari tempat itu. Di perjalanan pulang, kami sempat berhenti di sentra penjualan kue Mochi LAMPION khas Sukabumi. Entah ada apa dengan mochi tersebut, untuk membeli mochi tersebut, kita harus dapat nomor antrian dan menunggu nomor kita dipanggil. Mau tahu lamanya? Lumayan lama… saya jadi berpikir, untuk beli saja sangat susah, apalagi minta….makanya jangan jadi peminta-minta,,,haha, asal jeprut…..
Jam 3 kami melanjutkan perjalanan pulang ke kota Bandung tercinta. Saya kira perjalanan pulang akan lebih redup suasananya. Dimungkinkan karena orang sudah capek dan lemas untuk sekedar bercanda. Ternyata saya salah besar. perjalanan pulang lebih heboh dari keberangkatan….mereka tak henti-hentinya bercanda. Terlebih saat kami berkaraoke bersama di mobil dengan lagu-lagu antah berantahnya WALI, beberapa penyanyi dangdut bareto (ikeu nurjanah, evie tamala, rana rani, dkk), dan juga opa Broery Marantika….kami terpaksa menyanyikan lagu itu karena tidak ada pilihan lagu lain…Ironis, masa muda kita dihabiskan untuk menyanyikan lagu-lagu itu…hahaha. Tapi selama perjalanan pun sang biang masalah tetap asyik dengan masalah yang ditimbulkannya.....Bau leneng....
Jam 6 kami sampai di bandung dalam keadaan sehat walafiat. Saya dan “si manis” turun di terusan Pasteur… dan hari pun berakhir menggembirakan….saatnya tidur kawannnnnnn, makasih atas hari ini Tuhannnnn…..




Tidak ada komentar:
Posting Komentar