Sabtu, 07 Januari 2012
4 DIALOG
DIALOG 1
“bener ya kata orang tua dulu, kadang cinta itu membuat kita malas makan” kata seorang wanita sembari melemparkan senyum manis kepada pria yang duduk di depannya.
“bagus dong, itu kan yang kamu mau” jawab si pria santai
“iya sih, tapi bukan gini juga caranya, hahaha” jawab wanita itu renyah sambil membenarkan kuncir rambutnya
“tapi ya sudahlah, mudah-mudahan ini jadi pelajaran berharga buat kita berdua. Apapun yang sudah kita lewati tidak sia-sia kan?”
“lumayan buang waktu sih sebenarnya, haha”
“maaf”
“loh ko minta maaf sih? Kita kan menjalaninya berdua. Kita hanya sama-sama tidak cepat menyadarinya. Terlalu teoritis dalam menjalani hubungan. Tanpa tahu benar aplikasinya bagaimana”
“setuju”
“baru kali ini kamu bilang setuju"
"ya karna sekarang saya sudah bukan pacar kamu yang egois dan keras kepala lagi. Saya akan lebih terbuka sebagai teman. Apapun yang dikatakan teman akan lebih saya hargai”
“sedih….”
DIALOG 2
“saya nunggu kamu dari tadi”
“maaf, tadi saya harus beresin dulu tugas di kantor”
“harusnya kamu bilang dari awal kalau kamu mau terlambat, jadi saya tidak perlu buang waktu untuk nunggu kamu di sini”
“ya saya gak tau kalau bos bakal nyuruh saya menyelesaikan tugas hari ini juga”
“dua jam yang lalu pun kamu belum tahu?”
“sudah tapi….”
“tapi kamu senang buat saya menunggu dan bertanya-tanya kan? Kamu cukup berhasil membuat saya seperti itu”
“sudah ah saya pusing”
Keduanya tiba-tiba terdiam. sang laki-laki kemudian berjalan menuju motor yang diparkir diikuti lagkah pelan sang pacar.
“kita mau pergi kemana”
“saya antar kamu pulang ya?”
“loh, kita kan mau jalan?”
“katanya kamu lagi pusing?”
sang pacar tidak menjawab pertanyaan lelaki itu. Dia hanya diam dan memalingkan pandanganya ke jalan raya.
“ayo cepat, tugas saya banyak malam ini. Dan saya sudah membuang waktu terlalu banyak malam ini”
Sang laki-laki merasakan cengkraman tangan di kedua sisi pinggangnya dan ia pun langsung melajukan motornya dengan kencang..
DIALOG 3
“yang itu bagus menurut saya”
“yang mana?”
“itu yang paling kiri, tapi harganya lumayan sih”
“saya sih gak peduli harganya, yang penting saya suka. Warnanya saya gak suka, modelnya juga, terlalu cewek”
“oh, kalau gitu kamu salah masuk toko, ini kan toko tas cewek, haha”
Sang wanita terlihat tak memperdulikan apa yang pacarnya katakan
“yang ini gimana?” Sang wanita menunjukkan tas yang ia pilih
“boleh jujur?”
“iya…”
“menurut saya sih itu terlalu tua”
“tapi saya suka modelnya. Simpel tapi banyak fungsinya. Kita bisa taruh laptop disini, gadget disini, space buat bukunya juga banyak”
“ya sudah kalau kamu suka ya beli saja, lagian harganya lumayan murah”
“sudah saya bilang, bukan masalah harga mas, tapi kualitas dan fungsi”
“ya sudah, beli saja”
“tujuan saya minta ditemani mas, supaya saya dapat masukan”
“loh, tadi kan saya sudah ngasih kamu masukan, tapi kan kamu tidak suka. Wajar dong kalau orang punya selera yang berbeda”
“ya sudahlah, saya beli yang ini saja”
DIALOG 4
“makasih ya mba” sang pria terlihat mengakhiri sebuah transaksi di loket administrasi rumah sakit.
“sudah beres semuanya?”
“sudah yank, ayo kita pulang”
“kok aneh ya, gak ada sedikit pun bantuan kesehatan dari kantor kamu?”
“aku kan baru kerja 4 bulan yank, jaminan kesehatan baru aku dapatkan setelah bekerja 1 tahun”
“padahal di tempat kerja aku. yang bekerja baru 3 bulan pun sudah bisa dapetin jaminan kesehatan. Lagian kamu kecelakaan di tempat kerja dan sedang bekerja. Minimal mereka harusnya lebih peduli terhadap keselamatan karyawanya. Jangan membiarkan terus kamar mandinya gak terawat. Kemarin saja pas aku ambil laptop kamu di kantor kamu, aku lihat toiletnya masih kotor dan becek. Kan bahaya. Di kantor aku ya, kebersihat toilet itu nomor satu”
“kalau di kator aku sih, kepercayaan konsumen nomor satu, hehe”
“lucu…”
“kok gak ketawa? “ sang pria melemparkan senyum ke wanita yang sedang duduk disampingnya.
“Kemarin pas lihat menu makan siang kamu, lumayan tidak menarik perhatian ya”
“oh iya? Yang aku tahu makanan rumah sakit memang begitu kan?”
“waktu aku dirawat, menunya lumayan enak dan mengundang selera. Atau mungkin karena aku dirawat di ruang VVIP kali ya?”
“iya kali” Jawab pria cuek sambil mengenakan jaket tebalnya
“keluarga kamu kapan ke Jakarta?”
“Emh, gak tau…bunda bilang sih hari minggu besok mau datang, itupun sendiri. Ayah lagi sibuk”
“oh…..mamah mau datang besok, yank”
“oh gitu…”
“kemarin kata mamah, telepon mamah gak diangkat sama kamu”
“oh iya? Mungkin aku lagi ke toilet kali”
“sampe tiga kali coba hubungi kamu, tetap gak diangkat”
“aku pun kurang tahu keberadaan hp sy sampai sekarang, haha”
“tuh aku simpan di tas kamu”
“pantas saja aku gak tahu kalau mamah kamu telpon”
“lawong aku taruh hp nya barusan”
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar