Minggu, 26 Agustus 2012

PAGI INI


Pagi dan buta
teriknya hilang dalam senja

Berlari saat aku takut

Biasa dan tak bernyawa
Berdarah meleleh dan terkubur
Terlihat hanya jika engkau punya hati yang lengkap

Dingin dan risau

Menyatu dalam genggaman monster malam

Selalu.
Kau membuat segalanya terlihat indah
Hingga ia masuk dalam lorong hitam
Bertikus dan banyak kotoran kelelawar
Terbungkus daun jati yang harum terbakar

Malas dan kesepian

Mimpi yang hilang saat pagi berderit

Berita di TV membuatnya kalut

Politik rayap meruntuhkan bumi saat kayu dibuatnya retak dari dalam
Hukuman hanya setetes minyak tanah yang membekap mereka sementara
Lalu mereka beranak pinak dan kaya raya saat anak-anak menangis minta segelas susu coklat
Dunia tertipu
Tapi Tuhan tetap terjaga
Niscaya

Buku dan monitor

Dilema yang tak kunjung berhenti

Saat bait ini selesai aku tulis

Aku akan hilang sejenak dalam rangkaian huruf dan angka pasti
Deretan teori dan cara yang kaku
Memicingkan mata mendalam
Mengusirmu dalam ingatan
Kamu yang dulu mengganggu rindu
Membuatku terbius akan rasa
Mencoba berhenti mengingat
Kau yang dulu bermimpi akan hidup denganku
Di alam mimpi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar