Jumat, 02 Maret 2012

Untuk Sebuah Dosa

Siapkah Anda kehilangan semuanya?
Ya, jika itu membuat saya lega
Jika itu bisa menjadi jalan saya untuk menjadi orang yang lebih baik
Jika itu bisa menyublimkan semua perasaan bersalah
Jika itu bisa menjadi obat


Melihat gerakan bolak balik bandul jam yang harmonis, mengingatkan saya bahwa satu detik itu sangat pendek. Waktu saya ternyata tidak banyak. Dan siapa yang tahu apakah saya masih bisa berdiri tegak atau tidak keesokan harinya. Maka, saya rasa semuanya cukup. Bahkan lebih dari cukup. Saya harus mengakhirinya.

Mungkin mereka tidak akan memiliki ruang maaf terlalu lebar. Karena mereka seperti saya, sama-sama manusia biasa dimana semuanya serba terbatas. Apakah saya masih mengharapkan ruang itu ada untuk apa yang telah saya lakukan?

Tuhan sangat sayang saya. Menegur saya dengan caranya sebelum saya berpetualang terlalu jauh. Sebelum semuanya menjadi rumit dan saya benar-benar kehilangan arah. Tersesat dalam labirin yang saya bangun sendiri dimana tak ada jalan keluar nantinya.

Besok semuanya akan saya ceritakan, sedetail mungkin tanpa ada yang saya tutupi. Karena saya sudah tidak mempunyai alasan logis. Semuanya jelas dan hanya mempunyai satu alasan. Karena Tuhan tahu pasti caranya. Cara agar saya berhenti berbohong dan berkubang di lumpur kotor.

Saya menunggu esok
Di senja hari yang dingin
Senja hari disaat seluruh sendi tulang belakang saya ngilu
Senja dimana saya tersadar
Bahwa selama ini saya telah melewatinya dengan ribuan kehampaan
Tanpa teman dan perbuatan terpuji

“Saya tidak mau kehilangan kamu” ungkapnya. Ya, saya pun begitu. Teramat panjang jalan yang kita tempuh berdua. Tapi apakah kamu mengenal saya sampai pada keadaan dimana kamu tahu energi getar rata-rata dari elektron yang ada di tubuh ini? Tentu tidak bukan? Kamu hanya tahu siapa saya dari pandangan kamu sebagai manusia biasa bukan? Bukan dari sudut pandang sebagai Tuhan yang tahu segalanya. Tahu apa yang saya pikirkan tiap detiknya.

Tapi saya selalu berharap kamu mengerti meski ini sulit dimengerti. Maaf untuk semua yang telah saya perbuat.

Teruntuk Tuhan
Dan semua orang yang saya cintai

Tidak ada komentar:

Posting Komentar