Jumat, 09 Maret 2012

MOVE ON !!!!

Termangu di antara sibuknya orang-orang. Memandang gelas-gelas kosong yang menandakan kehausan mereka yang ada di ruangan ini. Hari ini terlalu berat untuk dilewati nampaknya. Dan saya makin menyadari bahwa saya harus lebih dari hari ini. Terlalu monoton untuk saya terus bergelut sendiri di antara kesibukan orang lain yang tidak saya mengerti.

“Kenapa kamu tidak coba yang ini, menurut saya peluang Anda sangat bagus” saran seorang rekan pada saya. Dia seakan tahu apa yang selalu menggelitik hati ini. Ya, saya butuh peluang. Terlebih, saya butuh keberanian untuk menaklukan peluang.

“Saya masih penasaran terhadap tujuan utama saya. Peluang lain seakan lenyap dari pandangan saya” jawab saya sedikit lesu sambil meneguk air putih dalam cangkir.

“Apa salahnya mencoba?” tanyanya pada saya. Ya, saya selalu malas untuk mencabangkan tujuan. Padahal tak selamanya terlalu fokus itu bagus.

“Ya, tahukah Anda? Saya bosan terus berada dalam kondisi ini. Zona ini terlalu biasa. Hari seakan datang dan pergi tanpa prestasi. Prestasi yang dulu selalu membuat saya termotivasi untuk maju. Bagaimana dengan sekarang? Saya merasa peluang untuk berprestasi pun tidak ada. Di zona ini, yang berperan adalah pengalaman. Saya pasti kalah. Saya tak akan pernah diperhitungkan bahkan pertandingan dimulai sekali pun.” Jelas saya padanya. Dia terlihat tersenyum kecut mendengar perkataan saya.

“Ya, saya merasakan hal yang sama dengan apa yang Anda rasakan beberapa tahun yang lalu. Saya merasa sangat bosan tiap pagi harus berangkat kerja dan sorenya pulang ke peraduan. Tapi sekarang terasa berbeda, banyak pencerahan yang membuat kinerja saya menjadi lebih berkualitas. Setidaknya saya sendiri merasakan perbedaan itu. Saya merasa kembali muda. Semangat saya kembali menggebu. Pendidikan memang membuat saya kembali menjadi petarung, bukan hanya sebagai penonton saja.” Jelasnya lugas. Ya, selama ini saya hanya bisa jadi penonton. Penonton betapa sibuknya orang kebanyakan. Penonton dari kesuksesan orang-orang yang mau berjuang. So what are u doing, dude?

“Mudah-mudahan tahun ini saya mendapatkan jawaban akhirnya. Kalau peluang yang saya inginkan itu sudah benar-benar tertutup bagi saya, saya akan mencoba saran Anda. Terima kasih atas pencerahannya.” Saya beranjak dari tempat saya duduk sambil menepak bahunya. Menandakan bahwa saya senang dia telah menyadarkan saya. Selama ini saya terlalu lama merasa nyaman di zona ketidaknyamanan saya. Saya terlalu lelap tertidur di antara mimpi buruk yang tak pernah saya sukai. Saya harus kembali merangkai mimpi yang sempat tercecer itu. Dan yang paling penting adalah ikhtiar dan berdoa. Ya, saya harus segera membenahi semuanya. Meskipun dari awal lagi. Saya tak boleh membiarkan mereka terlalu lama menunggu saya. Saya harus segera menentukan keputusan, sebelum semuanya benar-benar lenyap dari pandangan. Mengumpulkan keping-keping itu. Membuatnya memiliki arti yang nyata.

“Satu pesan saya, saat kamu ada satu niat untuk maju, maka pasti beribu rintangan sudah siap di hadapan pelupuk matamu untuk mengaburkan semua pandanganmu ke depan. Kamu hanya perlu untuk menyekanya. Meskipun kadang berat. Lakukanlah suatu pergerakan yang akan membuat rintangan itu tak nyaman berada di dekatmu dan segera meninggalkanmu serta mengakui bahwa ia telah kalah. Saya percaya kamu bisa melakukannya anak muda.” Dia tersenyum optimis. Senyum yang membuat saya kembali terbakar. SEMANGAT !!!

M O V E O N ! ! !

2 komentar: