Antarlah aku ke tempat sepi
Saat detak tak lagi terdengar manja
Saat rumput berbincang akrab dengan langit yang bisu
Aku tak ingin melihat air mukamu
Begitupun decak kagummu
Ia adalah senyap untuk
malam yang bingar
Lantas kepiluan macam
apa yang membuatmu menjadi lebih bersedih?
Saat desau hujan
mengikatmu dalam harmoni yang dalam
Saat engkau tersadar
bahwa hari pun telah usai
Kau kalah, dan kau pergi
saja
Tanpa kabar berita
Tertegun di balik jendela saat hujan turun dengan derasnya
Memikirkanmu yang perlahan terhapus bayangan senja
Jujur, aku mendamba kau hadir dari balik rintihan hujan
Kau ulurkan tangan, dan mengutarakan apa yang hendak aku
dengar
“Aku ingin engkau kembali”
Ia adalah risau untuk hariku yang terang
Lantas tempat apa lagi yang hendak kau kunjungi
Saat engkau tersadar bahwa ia akan mengejarmu ke manapun kau
berniat pergi
Kau tak beruntung, dan kau menyerah begitu saja
Tanpa semangat yang tumbuh dan hinggap
Kau bagai malaikat yang tak punya kepercayaan Tuhan
Kau hanya makhluk biasa yang merindukan pengakuan
Dan selamanya akan berteduh di bawah bayangan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar