Minggu, 06 Mei 2012

KOTA BARU


Berjalan bersamanya adalah mimpi manis yang terwujud
Meski lelah dan beban yang memberatkan
Saya tetap bisa tertawa lepas
Memandang padang ilalang di pinggir sebuah jembatan
Bersama, kami makan siang di teras toko yang tak dikenal
Lucu

Kami seakan berada di tempat berbeda
Sebuah kota dengan definisi tersendiri
Saat alam dan kehidupan bersatu harmonis
Tapi dia tak suka
Terlalu individu
Tak tepat untuk sebuah budaya masa lalu
Budaya bangsa

Tahukah kamu?
Saya sangat senang ketika kita bicara tentang mimpi
Tak pernah ada dinding rigid untuk hal itu
Tapi apakah saya bisa?
Tuhan Maha Tahu dan Berkehendak
Tak perlu kamu jawab

5 komentar: