Senin, 14 Mei 2012
BAIT CAPUNG
Aku adalah capung yang terbang di atas danau yang tenang
Waktuku tak banyak
Aku hidup hanya untuk alasan kelestarian
Tak ada ribuan jarak yang aku tempuh
Hanya di sini aku ingin merasa puas
Bukan sekedar memenuhi hasrat ragawi yang tak pernah berujung kekal
Aku hanyalah capung liar
Aku hanya mencari makan
Waktuku telah habis untuk membaca dunia
Dalam bentuk larva yang tak berdaya
Terpaut di sela daun dan tanah yang basah
Berusaha tegar dalam ringkuk siang dan dingin hujan
Ingin aku tunjukan padamu wahai awan
Tak pernahkah engkau terluka saat tetesan hujan meninggalkanmu lepas?
Ingin aku tanyakan padamu wahai bulan
Tak risaukah saat cahayamu tak pernah tampak lagi di bumi hitam?
Ingin aku utarakan padamu wahai samudera
Tak beratkah engkau saat pantai enggan menjadi peraduan terakhirmu saat senja?
Berikan aku petunjuk nyata agar aku mengerti arti sebuah kematian
Aku harus rela melepas semuanya
Karena waktuku tak banyak
Waktuku telah habis untuk membaca dunia
Janganlah engkau tertipu dengan gaun yang aku kenakan saat ini
Aku bukanlah seorang bangsawan lemah lembut dan beretika tinggi
Aku adalah karnivora untuk ia yang aku suka
Bahkan disaat aku tak berdaya, aku lupa bahwa mereka ingin hidup lebih lama
Karena aku ingin hidup lebih lama
Akulah ia dengan mata berdimensi dunia, teramat peka
Aku adalah capung yang terbang di atas danau yang tenang
Waktuku tak banyak
Aku hidup hanya untuk kematian esok lusa
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

waahhh....Ingin aku tunjukan ..
BalasHapusIngin aku tanyakan ..
Ingin aku utarakan ....
untaian kata yg bagus..
ni menceritakan kepergian seseorang yah..
ya....sy selalu menyerahkan pemberian makna ke pembaca mas
BalasHapushatur nuhun