Senin, 25 November 2013

Hati Tanpa Penghuni



Wahai hati yang tak berpenghuni
Ruangmu memang terasa dingin
Sebuah kotak berwarna merah gelap
Tanpa jendela bak ruang kedap
Dan setiap orang pasti merasakannya,
Bau lembab dan darah kering
Hanya tersisa makanan basi di meja yang hampir mati
Dan kamu malu untuk mengakui hal ini
Kamu pasang lukisan-lukisan orang yang penuh dengan senyuman di dinding rapuh
Kau hiasi lantai dengan taburan bunga warna-warni, di sana dan di sini
Tampak bahwa engkau hanyalah seorang pendusta emosi
Maka menangislah di sini
Dan engkau akan sadari
Ia telah lama pergi
Dan takkan kembali

Wahai hati yang tak berpenghuni
Akuilah bahwasanya engkau telah mati


Saat ia pergi

Seseorang berjalan masuk ke hatinya di suatu sore
Dengan air muka yang berbeda
Tampak tegas
Lalu berucap tanpa jeda
Dan engkau pun berhenti bersuara
Engkau diam seakan merelakan waktu untuk merenggutnya
Seseorang pergi lebih cepat dalam langkahnya
Dan kau masih diam, tapi dengan nafas tanpa nada
Hanya menderu tanpa air mata
Lalu,
Hatimu membeku
Kemudian membiru

Wahai hati tak berpenghuni
Matilah segera atau sudahi!

1 komentar: