Sabtu, 21 Desember 2013

Mamah





Selamat pagi, mamah
Saat bangun tidur, saat aku masih kecil
Satu pertanyaan yang muncul jika kau tak ada di hadapan
“Mamah mana?”

Selamat siang, mamah
Saat hendak makan, saat aku sudah beranjak remaja
Satu hal yang selalu buat aku terkagum-kagum
Adalah engkau yang paham kapan aku tidak enak makan dan kapan aku tak suka dengan makanannya
Hanya dari raut mukaku
Menakjubkan bukan?

Selamat senja, mamah
Saat anakmu ini menghadapi kendala besar dalam hidupnya
Engkau senantiasa meengerti tanpa perlu aku jelaskan
Aku tak segan untuk menangis di hadapanmu
Dan kau pun tak segan untuk menganggapku masih sebagai anak kecil manismu

Selamat malam, mamah
Satu kalimat yang sebenarnya tak ingin aku ucapkan
Di satu waktu yang sebenarnya tak ingin aku lewati
Saat dimana aku harus lepas dari sorot tajam mata hatimu
Saat  dimana aku harus berjuang sendiri di dalam hutan mimpi
Tapi aku selalu berdoa
Mudah-mudahan di alam abadi nanti aku akan bertemu engkau lagi
Malaikat suci yang cantik dan baik hati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar