Entah, saya merasa kagum pada wanita ini. Saat ini. Meskipun bukan saat ini saja, sejak dari dulu saya kagum. Kagum. Selalu memandang hal dari sudut yang berbeda. Sudut yang lebih indah. Meski tetap getir dan menyedihkan. Dia adalah sosok bidadari dengan hati seorang pemimpin perang. Tangis baginya hanya sesaat, kenapa? Dia hanya ingin yang lainya tak ikut larut. Ia ingin memperbaiki semuanya sendiri, sebagai dewi kedamaian
Betapa tak pernah saya bayangkan remuknya hati wanita yang saya tatap saat ini. Tapi ternyata tidak. Dia lebih tegar dari saya. Entah, tapi itu memang jujur, dia memang seperti itu. Tersenyum dan berprilaku normal. Saya senang. Bahkan lebih dari senang. Dan tahukah apa yang lebih mengagumkan? Dia tetap mencintainya murni, dan brusaha meyakinkan saya bahwa cinta itu adalah suci. Patut untuk diperjuangkan. Sampai mati. Sekali.
Meninggalkan semua yang ia sukai. makanan enak, tempat tidur yang nyaman, udara sejuk, tangisan nyaring, dan orang-orang yang senantiasa membuatnya tertawa riang. Demi sebuah ibadah suci. Dia hanya mendamba surga dalam kebersamaan, tak lebih dari itu. Indah.
... dan saya demikian tersadar bahwa malaikat itu berwujud nyata, Cantik...

awwwww..............
BalasHapusknapa mas?
BalasHapusni cerita buatan bapak?
BalasHapusIya, semua postingan di blog ini buatan saya. kecuali yag berlabel PUISI GULA
BalasHapus