Senin, 20 Oktober 2014

Engkau Masih Sama

Hai cantik
Percayalah, engkau semakin cantik
Hanya saja semangat yang sedang turun
Dan engkau sedang malas untuk berias

Hai manis
Percayalah, Masakanmu tetap enak
Hanya saja ide yang sedikit hilang karena fokusmu terpecah
Dan engkau memang terlalu bekerja keras

Hai srikandi
Percayalah, engkau masih menjadi sosok wanita perkasa buatku
Hanya saja staminamu sedang kacau
Dan engkau sedang bergelut dengan keadaan yang maha ajaib

Gula...
Engkau akan tetap putih, cantik
Engkau akan tetap manis bagiku

Dan engkau akan tetap memberi rasa yang kuat pada segelas teh sore ku
Read more >>

Selasa, 16 September 2014

Sore Hari dan Senyuman Di Balik Pintu





Tulisan ini adalah buncahan kebuntuan. Tetiba di suatu sore selepas menanggalkan lelah saya tersenyum-senyum sendiri. Hidup sudah cukup berubah. Yang berarti tak lagi sama. Semuanya tampak lebih indah dari sebelumnya. Indah? Mungkin tidak terlalu berjalan mulus. Dua pemikiran yang berbeda kadang menjadi ganjalan, tapi bukankah ini saatnya menyadari semua perbedaan yang ada yang dulunya kami berdua sempat tutupi???? Baiklah, ini saatnya.

“Wahai istriku, dulu aku pinang dirimu bukan hanya sebagai temanku di dunia. Tapi sungguh aku ingin kamu akan menemani hari-hariku menuju syurga-Nya”

Hari itu sudah terlewati sebulan lebih enam hari. Semuanya terasa masih baru untuk saya ataupun untuknya. Padahal kurang lebih sepuluh tahun kami saling kenal baik sebagai teman, pacar, atau tunangan. Kali ini semuanya berbeda... sudah seharusnya satu mimpi dan satu tujuan, bukan lagi berbicara dengan lantang “Ini Mimpiku!”.

“Semuanya akan terasa lebih mudah untuk dijalani... InsyaAlloh” Bisiknya lembut. Bisikan yang selalu membuat saya bersemangat untuk menjalani hari. Mewujudkan mimpi. Bersama.

Inilah saya yang sesungguhnya. Kalimat itu yang selalu ingin saya dengungkan di saat-saat kebersamaan dengannya. Namun beberapa hal menurut saya masih harus sedikit diadaptasi. Tidak semuanya harus diberi label jujur atau alamiah. Menurut saya, untuk menjaga “keharmonisan” maka ada beberapa hal yang tetap harus dibungkus rapi dan cantik. Dengan harapan lama kelamaan isi yang ada dalam bungkusan tersebut akan keluar nantinya menjadi lebih indah. Begitulah konsepnya. Saya akan berusaha sebaik mungkin.

Setiap pagi (kecuali memang ada halangan khusus), istri saya tercinta menyediakan sarapan yang cukup bisa diterima lidah. Tidak semuanya enak luar biasa dengan rasa surgawi memang, namun jauh diatas itu adalah keikhlasan dan kemauan untuk menyediakan yang terbaik buat saya.

“Dia adalah istri impian” Beberapa orang berpendapat demikian. Dalam lubuk hati saya benar-benar tersipu dan mengamini semua ucapan baik dari orang lain.  Satu hal yang saya ingin pastikan, apakah saya suami impian baginya? Mudah-mudahan saja.

“10 tahun......” Bisik saya dalam hati. Yah.... begitu sangat lama. Dan prosesnya begitu sangat rumit. Dari hanya teman biasa, adek kakak, pacaran tidak jelas, tunangan, sampai menikah. Semuanya sudah kami lewati. Mudah-mudahan proses itu mematangkan konsep hidup berdua yang kami canangkan. Amin....

“Mengenalmu adalah salah satu chapter paling  berkesan dalam buku takdir saya. Selalu akan saya buka dan baca berulang-ulang. Sebagai pengingat untuk tidak melakukan sesuatu yang “bodoh””

Hari ini saya pulang kuliah jam 12.00 sedangkan dia pulang dari tempat kerjanya jam 15.00 (kemudian ke pasar sederhana untuk membeli bahan masakan). Maka sebentar lagi kami akan segera dipertemukan kembali.... Hahahahaha..... dan saya sangat menikmatinya. Menunggu dia di ruang depan dekat pintu. Menunggu pintu terketuk dan senyuman manis menebar ke setiap penjuru hati. Menyejukkan.

“Perbedaan adalah wahana untuk saling mengalah. Meredam ego. Bukan untuk kalah tapi untuk keharmonisan. Nyaman berarti lebih mudah untuk menang”

Tulisan ini bukan sebuah tulisan serius atau inspirasi untuk menikah muda. Tulisan ini hanyalah tulisan sederhana seorang pujangga yang lama sekali meninggalkan blog nya setelah masa pra dan paska pernikahan. Mudah-mudahan bermanfaat. Pesan teman saya yang sudah menikah lebih dulu, dia bilang merasa senang saat teman-temannya satu per satu mulai menikah dan membuat status-status kemesraan di FB atau medsos lainnya. Tapi kurang indah kalau di dalamnya hanyalah kata-kata mesra yang kosong. Mudah-mudahan tulisan saya ini berisi meskipun hanya sebuah tulisan naif belaka.

Read more >>

Jumat, 13 Juni 2014

Apakah Yang Kamu Rasakan Saat Hujan?

Hujan
Dan aku sendiri di bawah pintalan selimut tebal
Mendengarkanmu sebagai lagu penghilang rasa bosan
Akan hari yang kadang malang
Dan malam yang datang terkadang

Dipeluknya aku dalam aroma kebasahan
Mendesis, meninabobokan rintik yang riak meradang
Merelakan sebagian tanah terbasuh untuk hanyut dan tergantikan
Seperti kamu yang pergi
Manakala aku masih di sini





Read more >>

Senin, 09 Juni 2014

TETIBA, DI SORE HARI...





Sungguh senang saat daku masih kecil
Hidup hanyalah sesederhana bermain monopoli
Bahagia itu berarti menang
Sedih itu berarti kalah
Tapi tidak lama dari itu, daku masih berani mencobanya
Tak pernah putus asa
Toh sekejap bisa jadi kaya kembali
Saat ini?

Alangkah bahagianya saat daku masih kecil
Mimpi adalah seujung langit memudar
Tak ada batasan
Tak ada keraguan
Tak akan pernah ada pertimbangan
Semua tampak mudah untuk dicapai
Sekarang?

Betapa riangnya saat daku masih kecil
Masalah hanya seukuran kelereng-kelereng yang diperebutkan
Tak ada uang taruhan
Yang ada hanyalah kepuasan, sebuah kebahagiaan yang hakiki
Tertawa dan menangis
Itu saja kemungkinannya
Tak pernah ada sesuatu diantaranya
Detik ini?

Teramat damainya saat daku masih kecil
Tidur dipelukan mamah tanpa ada rasa canggung
Digenggamnya tanganku saat daku merasa takut
Dibacakannya dongeng saat aku ingin berkhayal
Suaranya manis merdu membisik di telinga
Mendamaikan dunia
Mengukuhkan arti cinta kasih abadi
Saat ini semua sedikit berbeda

Saat kecil, makanan paling enak bagiku adalah semangkuk mie instan
Saat kecil, tempat terindah bagiku adalah pasar malam tahunan
Saat kecil, momen terbaik bagiku adalah di ujung catur wulan sekolah
Saat ini?
Semua bias
Mungkin karena terlalu banyak pilihan
Atau mungkin sudah tak ada masa seindah saat aku kecil?


Read more >>