Senin, 09 Juni 2014

TETIBA, DI SORE HARI...





Sungguh senang saat daku masih kecil
Hidup hanyalah sesederhana bermain monopoli
Bahagia itu berarti menang
Sedih itu berarti kalah
Tapi tidak lama dari itu, daku masih berani mencobanya
Tak pernah putus asa
Toh sekejap bisa jadi kaya kembali
Saat ini?

Alangkah bahagianya saat daku masih kecil
Mimpi adalah seujung langit memudar
Tak ada batasan
Tak ada keraguan
Tak akan pernah ada pertimbangan
Semua tampak mudah untuk dicapai
Sekarang?

Betapa riangnya saat daku masih kecil
Masalah hanya seukuran kelereng-kelereng yang diperebutkan
Tak ada uang taruhan
Yang ada hanyalah kepuasan, sebuah kebahagiaan yang hakiki
Tertawa dan menangis
Itu saja kemungkinannya
Tak pernah ada sesuatu diantaranya
Detik ini?

Teramat damainya saat daku masih kecil
Tidur dipelukan mamah tanpa ada rasa canggung
Digenggamnya tanganku saat daku merasa takut
Dibacakannya dongeng saat aku ingin berkhayal
Suaranya manis merdu membisik di telinga
Mendamaikan dunia
Mengukuhkan arti cinta kasih abadi
Saat ini semua sedikit berbeda

Saat kecil, makanan paling enak bagiku adalah semangkuk mie instan
Saat kecil, tempat terindah bagiku adalah pasar malam tahunan
Saat kecil, momen terbaik bagiku adalah di ujung catur wulan sekolah
Saat ini?
Semua bias
Mungkin karena terlalu banyak pilihan
Atau mungkin sudah tak ada masa seindah saat aku kecil?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar