Barangkali engkau lupa
Hingga namaku tak pernah lagi ada di samping cangkir kopi
hangatmu
Barangkali engkau lupa
Saat malam tak bertuan
Dan kita bercerita perihal masa depan
Langit di depan mata seperti lukisan senja saja
Selalu tentang merah yang membara
Ya... Hal itu yang kau sebut cinta
Barangkali
Barangkali
Andaikata kau bisa jadi malam, barangkali kau akan paham
perihal rasa rindu
Andaikata kau bisa jadi senja, barangkali kau akan merasakan
arti sebuah penantian
Andaikata kau bisa jadi hujan, barangkali kau akan melihat
aku yang menangis untukmu
Tak ada batas
Berulang-ulang
Sekalinya lupa, berkali-kali teringat
Mendalam
Dan tajam
Ya...
Itulah kenanganku
Tentang kita yang dulu
Yang barangkali engkau lupa
Barangkali

Tidak ada komentar:
Posting Komentar