Minggu, 06 Oktober 2013
GRAVITASI
Aku dan kamu dalam sebuah cawan tak bernama
Hanya terpaut jarak dua meter dalam tatapan yang saling silang tak tertuju
Tak ada ketertarikan
Semuanya tak lagi renyah untuk diperbincangkan
Kamu pun akhirnya bergegas pergi
Mengalihkan pandanganku pada punggungmu yang tampak layu
Membungkuk dan aku balik terharu
"Apakah aku telah mengikatnya terlalu erat hingga ia tak mampu berdiri tegak lagi dalam sendirinya?"
Gumamku terbata
Dalam setiap langkah tak terhentimu, jantungku berdegup
Kamu pergi dan aku tersungkur pasi
"Ada gravitasi antara kita. Ia bernama cinta"
Ungkapmu dulu. Saat semuanya serba baru
Sebuah analogi untuk sebuah harapan semu
Sejauh apapun, semuanya akan tetap pada posisinya.
"Cinta itu dekat", lanjutmu berkelakar
"Apa itu gravitasi?" tanyaku padamu riang
Dan kamu pun diam
Benarkah itu?
Tapi apa yang sebenarnya terjadi saat ini? Jarak
Ia tak lagi sebuah pengecualian
Selalu tak pernah ku dengar kecup basahmu bersarang dipipiku
Karena kamu niscaya jauh
Dan kamu pun tak sedikitnya acuh
Rasa tak terikat kuat
Dan aku melayang tak tertarik lekat
Teorimu memang sepenuhnya benar
Hanya jika kamu berhati besar dan jarakmu pun tak sejauh sekarang
Aku relakan kamu pergi melayang dalam kehampaan
Demi aku yang enggan berpisah
Namun jika kamu memang lebih memilih pergi 'tuk temukan kutubnya
Aku akan mempelajari teorimu
Gravitasi
"Kamu adalah definisi gravitasi itu sendiri. Tak pernah melarangku untuk terbang tak terbatas, namun di waktu yang sama, selalu menarikku kembali ke bumimu. Itulah cintamu. Membingungkanku"
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar