Nama saya hujan
Saya adalah rintik kebinasaan awan
Mengemban amanat untuk basahkan bumi
Dari tandusnya tanah dan panasnya asap yang mengepul
Kering
Nama saya hujan
Terlepas dari apakah wujud saya yang sebenarnya
Saya tetap air yang jatuh dari kelopaknya
Menetes ke bumi sebagai pertanda
Saya pun rapuh, meski berada di langit
Sedih
Nama saya hujan
Saya adalah perlambang dari kesuburan
Meski terkadang saya mengalir bersama ratusan nyawa yang mengambang
Karena bumi tak mampu menahan
Akar tak lagi bisa bersahabat dan akhirnya kami melahap
Kejam
Nama saya hujan
Untuk kemarau yang begitu panjang
Saya bertahan dalam awan
Membangun diri tebalkan permukaan
Hingga tangan-tangan di bumi menengadah dan tercium wangi kemenyan
Saya pun jatuh tak tertahan
Terpaksa
Nama saya hujan
Ketika bumi tak lagi bersahabat
Langit telah menjadi lautan racun asam
Dan sayalah pelarutnya
Perantara pencabut nyawa
Dari jutaan rakyat bumi yang bernyawa
Mati
Nama saya hujan
Saya adalah saksi dari kebisuan
Langit yang retak dan tak mampu menahan
Sengatan matahari dengan beribu sinar berfrekuensi mahadaya
Menerobos bumi tanpa filtrasi
Dan saya pun tak bisa berbuat banyak
Karena saya tak mampu turun banyak
Dan memberi kabar pada bumi
Kabar dari Zeus untuk Demete
Bahwa ia berada di ujung kematian
Hades
Nama saya hujan
Terlahir dari seorang Poseidon
Sang penguasa lautan dimana saya bisa merendah dan lekat dengan tanah
Serta sejenak melupakan alam nan jauh di atas sana
Tanpa beban
Terombang-ambing dalam gelombang
Pesan
Nama saya hujan
Untuk seseorang yang berjalan pelan
Dan berteduh pada sebuah payung yang ia genggam
Saat ia sadar bahwa ia harus segera pulang
Menemui cinta yang tulus mencintanya
Dan saya adalah hujan
Kekasih hatinya
Hujan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar