Jumat, 03 Februari 2012
CATATAN 4 FEBRUARI
Menulis disaat tak ada ide itu sangat menyebalkan
Terpaku pada layar sambil menatap jendela yang kosong tanpa satu huruf pun, nihil
Jangan salahkan jemari yang tak mau beranjak dari tombol-tombol bisu itu
Saya paham
Saya yang salah
Senja merangkul hari terlalu cepat
Saya belum berkarya, saya belum puas meraja
Memimpin khayalan untuk mencapai bukitnya, menerjang awan merah, ,menusuk dan meredamnya
Saya dari tadi hanya diam, saya dari tadi hanya menunggu pucat
Melihat anak-anak kecil berlari di bawah guyuran hujan
Mengingatkan saya akan masa dimana saya tetap diam disaat yang lain berlari riang
Mengingatkan saya akan masa dimana saya membisu disaat yang lain berdendang tentang impian
Saya apatis terhadanya
Takdir selalu membuat saya heran
Membuat saya tampak bodoh dan berperan sebagai seorang antagonis perang
Ia yang selalu melakukan segala cara untuk menaklukan lawan dan menggapai kebahagiaan
Mendapatkan harta jarahan dan berdiri di atas tanah milik orang
Karena saya memang manusia biasa, manusia yang punya naluri hewan meski tak mau disamakan dengannya
Baiklah ...
Saya tidak bermaksud menceritakan kepribadian buruk atau cerita kelam masa lalu
Saya hanya ingin hari ini semua tahu, saya masih seperti dulu
Xenon yang masih sendiri dan tak mau berikatan, inert
Dan berteriak sembari membentangkan sayap, menyingkirkan pengganggu
Membahana seisi ruang dan memantulkan peeluru-peluru misil
Mengacaukan kesetimbangan dan membawanya ke keadaan entropi tinggi
Membuat dunia bersedih lalu hujan
Melihat anak-anak kecil berlari di bawah guyuran hujan
Mengingatkan saya akan masa dimana saya tetap diam disaat yang lain berlari riang
Jujur hari ini saya katakan
Saya bukannya tidak mau memiliki massa jenis yang serupa
Tapi apakah menjadi beda adalah sesuatu yang salah di mata mereka
Jujur hari ini saya katakan
Sebenarnya saya tidak ingin berbeda
Saya hanya ingin diterima biasa saja
Saya ingin menjadi kalium bagi unsur non logam lainnya
Bukan menjadi anti materi yang membumihanguskan suatu bangsa dan peradaban
Apakah saya harus membuka pintu dan melepas baju kemudian berlari keluar rumah sambil berteriak bahwa saya ada, perhatikan saya, saya punya sesuatu yang bisa kalian manfaatkan?
Apakah saya harus basah dan kedinginan demi mendapatkan sebuah pengakuan keberadaan?
Apakah saya harus mati menggigil dan menjadi santapan anjing liar demi mendapatkan sebuah nama yang terngiang?
Mengapa hukumnya seperti itu?
Hukum yang seakan memberatkan makhluk seperti kami
Tapi saya masih percaya Tuhan
Dia ada di hati saya
Selamanyaナ.
Saya sekarang adalah saya di masa lalu yang berusaha lebih baik di masa depan
Mengumpulkan serpihan semangat dan merangkainya menjadi sebuah mozaik
Tertatih dan belum bisa berdiri dengan dua kaki
Simpulkan senyuman dan mencoba bersihka pasir yang berada di hadapan
Luruskan bayangan dan hidupkan lampu sehingga terang
Menutup jendela dan kembali ke hadapan layar
Menuntun jemari dan khayalan untuk menari riang
Sehingga saya bisa mencatat semuanya
Sebuah catatan di tanggal 4 februari 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

kapan2 saya mau bacain ini sebagai sajak, apakah boleh?
BalasHapusboleh boleh
BalasHapus