Rabu, 06 Februari 2013
Rintik Kesekian
Untuk rintik kesekian
Sejuta atau mungkin lebih satu
Hujan mungkin tak akan usai
Tapi dinginnya telah pergi meninggalkan
Menatap nanar pada jendela yang kusam
Tak ada rintik yang benar terlihat
Tak ada bulir yang melekat bulat
Tapi semua sudah jelas
Mimpi meninggalkanmu sendiri
Dalam rasa sakit yang tak pernah usai
Hingga rintik kesekian
"Bolehkah daku bertanya padamu tentang arti penantian?"
"Bagiku itu adalah sebuah pembuktian, Sesuatu mungkin saja tak akan pernah datang, Tapi sesuatu itu sangat bisa untuk diharapkan dan diusahakan"
Demi rintik kesekian
Sejuta atau mungkin lebih satu
Lembayung telah usai menebarkan jingga
Tapi tidak demikian dengan kerinduan
Hujan layaknya surya kanta yang memperbesar perasaan
Memperjelas setiap kenangan
Berperan, menari, dan mengulik-ngulik pikiran
Perasaan... Perasaan...
Kapan engkau akan pergi?
Saat hujan redakah?
Untuk rintik kesekiankah?
Sejuta atau mungkin lebih satukah?
Hujan mungkin tak akan usai
Tapi dinginnya telah pergi meninggalkan
Karena?
Amarah.
Hati menjawab, "Hujan memintaku untuk seperti ini. Menahanku dalam rindu. Menantimu"
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

kereeeeeeeeennnnnnn,,,
BalasHapusterima kasi penikmat hujan
Hapus