Sabtu, 12 Januari 2013

I MISS U: Monolog Pagi (Abstract)


Masih ingat dengan Rindu?

Ia adalah Rindu yang memang masih merindukannya, meski dia sudah tidak menganggap Rindu apa-apa. Dia sudah mencintai kotanya. Kota yang dulu sangat ia tak suka, tapi mungkin dia nyaman sekarang karena dia sudah bersamanya. Perempuan yang lebih baik dari Rindu.

Sudah cukup kamu mengatakan bahwa aku memiliki fisik yang bagus, otak yang cerdas, dan hati yang baik. Jika itu hanya untuk membuatku menyesal karena tak bisa mewujudkan diriku seperti itu dihadapanmu. Karena semua pujian itu terlontar saat semuanya telah berakhir. Dan itu memang faktanya...

Kaleb... Mungkin aku akan sangat susah untuk berhenti mencintaimu. Karena? Karena aku masih punya kepingan cinta itu. Klise? Ya, dan kamu telah melupakan luka itu, aku tak bisa sedikitpun memberimu kesembuhan yang aku harapkan. Dan bicara tentang kejadian itu, Ya... Kami memang salah. Seorang sahabat dan pacarmu, mengkhianatimu. Pasti pedih...

Kaleb... jajimu masih terngiang ditelingaku. Meski janji itu kau ucapkan untuk aku yang dahulu, tapi percayakah kamu? Aku masih Rindu yang dulu. Meskipun kini aku telah berdua, tapi entah kenapa... Pikiranku terhadapmu tak pernah usang dimakan senja. Janjimu masih kupegang. Aku yakin suatu saat semuanya akan kembali. Kau dan aku akan duduk bersama, bercerita tentang kita... Meskipun itu tentang dahulu.

Kaleb... Pada akhirnya aku akan mencintaimu, dengan caramu. Aku akan tunjukkan kalau semua mimpi yang sempat aku utarakan bukan semacam bualan biasa. Aku memiliki kualitas yang mungkin orang lain ragukan. Aku akan menjalaninya, dengan semua yang engkau harapkan. Meski aku tak tahu macam pengharapanmu seperti apa. Dan meski kau tidak peduli sepenuhnya.

Kaleb... Ya... Aku sangat mengenal senyummu, amarahmu, dan kamu. Kau selalu berpikir logis dengan semua kemampuan algoritmamu. Tidak ada celah untukku memutarbalikkan fakta. Tidak ada celah untukku menyudutkanmu dengan kata berpesta. Kau mengenal kami berdua. Yang kau anggap sangatlah hina. Tapi percayalah, kami apa adanya. Dan kami pasti berubah.

Di suatu senja, Rindu sedang tertegun pada puisi-puisi yang dulu ia buat untuk Kaleb. Saat daun berterbangan, gugur dari ranting pohonnya. Berserakan. Di awal-awal ia terlihat tersenyum lalu ditutup dengan segukan yang tertahan. Mungkin itu semacam luka? atau sebuah penyesalan. Tapi tunggu... Tiba-tiba dari belakang muncul sosok lelaki yang menjulurkan kedua lengannya. Lelaki itu memeluk erat Rindu dari belakang. Siapa? 

Prabu.

I MISS YOU - Beyonce

I thought that things like this get better with time
But I still need you, why is that?
You're the only image in my mind
So I still see you... around

I miss you, like everyday
Wanna be with you, but you're away
Said I miss you, missing you insane
But if I got with you, could it feel the same?

Words don't ever seem to come out right
But I still mean them, why is that?
It hurts my pride to tell you how I feel
But I still need to, why is that?

I miss you, like everyday
Wanna be with you, but you're away
I said I miss you, missing you insane
But if I got with you, could it feel the same?

It don't matter who you are
It's so simple, a feeling
But it's everything 
No matter who you love
It is so simple, a feeling
But it's everything

I miss you, like everyday
Wanna be with you, but you're away
I said I miss you, missing you insane
But if I got with you, could it feel the same?

It don't matter who you are
It's so simple, a feeling
But it's everything 
No matter who you love
It is so simple, a feeling
But it's everything

Tidak ada komentar:

Posting Komentar