Sore mendera dan hujan pun memujanya, seketika. Saat aku dan
kamu sedang berbincang pada jarak kejauhan. Kamu mengeluh tentang apa yang mengganjal
harimu akhir-akhir ini. Dan aku hanya bisa mendengarkanmu dengan baik dan pantang
habis kesabaran. Bak pecundang yang tak mengerti cara menghadapi lawan perang.
Telinga hanya bisa terbuka lebar. Tak lain untuk membuatmu merasa nyaman.
Sesekali aku ingin ikut terlibat dan masuk dengan nyaman dalam percakapan dan
keluhan-keluhanmu yang tampak sendu. Tapi nampaknya kamu memang tak perlu
jawaban atas pertanyaan tertutup yang memang kamu tahu betul penjelasannya,
alasan ilmiahnya. Tapi bisakan kamu anggap omonganku sekilas bintang jatuh saja
hanya agar aku bisa bangga dengan kelakarku sendiri? Kamu tak perlu melakukan
semua hal yang aku coba utarakan, hanya dengarkan. Dan buat aku berarti. Tapi
apa kenyataannya? Sepertinya aku hanya mendongengkan cerita peri gigi kepada
seorang dewasa berumur yang sudah tak paham apa itu arti sebuah keajaiban. Hanya
kenyataan yang ia paham dengan betul. Tahukah? Beribu timbunan pertanyaan atas
apa arti diriku dalam hidupmu menyeruak dengan liar dan gagah perkasa. Karena bukan
hanya sore ini. Jariku tak bisa lagi mewakili berapa banyaknya keacuhanmu
terhadap semua saran asal-asalanku, mungkin menurutmu. Tapi apa yang aku
lakukan adalah murni perhatianku untuk seseorang yang ingin aku perhatikan. Pun
bila kamu sudah tahu segala hal yang mungkin tak aku tahu, apa artiku untukmu?
Malam tak perlu warna hitam, Burung tak perlu diajarkan untuk terbang, pun
bunyi yang tak perlu kesunyian. Kau tampak tak lagi ganjil, tak perlu seorang
penggenap siang bolong sepertiku ini. Aku hanya meminta. Tak perlu ditanggapi
dengan sempurna. Jadikan aku sesuatu untukmu. Bukan hanya sebagai telinga
tempatmu berkeluh kesah. Jadikanlah aku seseorang yang berpengaruh baik
untukmu. Dengarkan, dan katakan Ya. Cukup.
Biar hujan yang menyampaikan pesan ini dengan baik untukmu.
Tolong dengarkan rintiknya baik-baik....

heu...jd sedih & malu...
BalasHapuspercayalah, sy katakan "Ya" atas apa yg kau sampaikan..walaupun hanya di hati..
Konotasinya lg2 mantaff pak..xii
BalasHapus