Rabu, 02 April 2014

Bukankah Demikian Akhir Ceritanya?



Malam mengadu
Murka segala macam amarah
Melingkar dalam bulan yang gelap
Dan ia biarkan semuanya hanyalah hambar. TAWAR.
Segurat senyum di pipi bulatnya
Segaris rasa iri di matanya
Terperanjat untuk merebah pada mimpi yang basah
Yang pada akhirnya Engkau sendiri yang akan mengaku salah
Bukankah demikian akhir ceritanya?

Malam mengadu
Siang pun tertunda
Kala perasaan belum tertumpah di dasar tanah
Kala itulah kegelisahan tumbuh melayang tinggi tanpa menapakinya
Dan siapakah gerangan?
Ia yang bertaruh pada senja
Bahwasanya Sang Kala akan mati pada akhirnya
Bukankah demikian kalimat penutup ceritanya?

Tulisan ini adalah tentang perasaan yang tidak enak di hati
Malam
Dan kebengisan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar